Lyudmila Pavlichenko, Wanita Sniper Paling Ditakuti di Medan Perang, Tembak Musuh Tanpa Ampun
Kurang dari setahun, Lyudmila Pavlichenko berhasil menaklukkan 300 targetnya. 39 orang di antaranya adalah sniper Jerman.
Penulis: Widia Lestari | Editor: Mas Kisdiantoro
TRIBUNJABAR.ID - Sniper atau penembak jitu tak hanya identik dengan laki-laki, perempuan pun tak kalah andal menyasar targetnya.
Ribuan wanita sniper pertama Rusia, bahkan menggegerkan sejarah peperangan di dunia.
Satu di antaranya adalah Lyudmila Pavlichenko.
Dilansir Tribunjabar.id dari Intisari, Lyudmila Pavlichenko awalnya bukan seorang tentara.
Ia adalah mahasiswa jurusan sejarah di Universitas Kiev.
Lyudmila Pavlichenko sedang menempuh pendidikan untuk meraih gelar master.
Namun, kondisi negaranya tengah berantakan.
Kala itu, Rusia mengalami krisis karena serangan Jerman.
Akibatnya, pasukan militer Rusia semakin keteteran.
Akhirnya, direkrutlah para perempuan untuk diikutsertakan dalam pertempuran.
Para perempuan ada yang bertugas di belakang layar, ada pula yang terjun di medan perang.
Ada 800 ribu perempuan yang dilibatkan dalam peperangan tersebut.
Namun, hanya dua ribu perempuan yang dipilih menjadi sniper.
Lyudmila Pavlichenko pun ngotot meminta dimasukan menjadi bagian pasukan perang.
Padahal, ia ditugaskan menjadi perawat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/lyudmila-pavlichenko_20180626_171515.jpg)