Kisah Inspiratif
Kisah Amal Rasyid, Mantan Pekerja Pabrik yang Kini Sukses Jadi Pengusaha Dodol
Bestory yang terdiri dua kata yakni best dan story ini memiliki makna tersendiri, yakni sejarah terbaik
Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Ada pepatah menyebutkan "berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian; bersakit-sakit dulu, bersenang-senang kemudian."
Pepatah itu memang benar dirasakan oleh Amal Rasyid (43), warga Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.
Pria kelahiran Garut 9 November 1975 ini, sudah mendulang kusuksesannya dari menjual penganan khas kota intan, yakni menjadi pengusaha dodol yang diberi nama Bestory.
Bestory yang terdiri dua kata yakni best dan story ini memiliki makna tersendiri, yakni sejarah terbaik, hal tersebut yang terlintas dalam benaknya, lalu dijadikan sebuah nama produk.
Sebelum mampu meraup keuntungan dari makanan khas ini, Amal bercerita kalau di akhir tahun 90-an ia sempat terpuruk saat menjadi seorang pekerja di salah satu perusahaan pembuat dodol di Kabupaten Garut.
Di perusahaan dodol besar tersebut, Amal merasakan kejenuhan yang sangat membuat dirinya begitu tersiksa, karena dianggapnya terlalu monoton dan melelahkan.
Puji Persib Setinggi Langit, Eks Pelatih Ungkap Pertandingan Perdana di Liga 1 Hanya Faktor Hoki https://t.co/3f7TumI43s via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) March 30, 2018
Dari kejenuhannya tersebut, di 2003, Amal memutuskan diri untuk mengundurkan diri dari pekerjaanya tersebut, lalu memutuskan untuk merintis usahanya tersebut.
Memiliki modal yang cukup minim, diawal usahanya tersebut, Amal hanya mampu memproduksi dodol rasa original paling banyak hanya 40 kilogram saja.
"40 kilogram sudah paling banyak, sudah tidak mampu kalau lebih dari segitu," kata Amal kepada Tribun Jabar, di lokasi penjualan dodol Bestory di Jalan Raya Garut Bayongbong, Kabupaten Garut, Jum'at (30/3/2018).
Pada awal-awal usahanya tersebut, Amal bercerita, ia hanya memiliki alat sederhana dan dibantu oleh orang-orang terdekat.
"Sangat tradisional dan memakan waktu cukup lama," kata Amal.
Bertahan dengan keadaan tersebut, di 2005, amal mendaftarkan produk buatannya tersebut ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Garut dan mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulam Indonesia (MUI).
"Langkah awal sudah ditempuh dan produk saya sudah terdaftar," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/amal-rasyid-43-pemilik-dodol-bestory_20180330_133159.jpg)