Rabu, 13 Mei 2026

Berawal dari Pilkada DKI Jakarta, Kelompok MCA Kian Brutal Sebarkan Fitnah

Kelompok ini terkenal karena kerap menyebarkan isu tidak benar mengenai Basuki Tjahaja Purnama atau yang dikenal dengan sebutan Ahok.

Tayang:
Penulis: Isal Mawardi | Editor: Isal Mawardi
Istimewa
Pelaku penyebaran isu provokatif dan ujaran kebencian yang terorganisir dengan nama The Family Muslim Cyber Army saat rilis di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (28/02/2018). Modus kelompok tersebut ialah menyebar ujaran kebencian dan konten berbau SARA, MCA juga menyebarkan konten berisi virus kepada pihak tertentu yang bisa merusak perangkat si penerima (Kompas/ Maulana Mahardhika) 

MCA kerap menggunakan isu agama dalam menyerang lawan-lawan politiknya. Salah satunya dipraktekan saat menjatuhkan Ahok.

Peneliti Departemen Komunikasi dan Informasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Savic Ali mengatakan isu agama adalah isu yang dengan cepat dapat mempengaruhi rakyat Indonesia.

Usai ahok tumbang dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, MCA mengalihkan targetnya ke Presiden Joko Widodo.

Kali ini, isu yang diangkat adalah kebangkitan PKI. Saat pilpres 2014, Jokowi kerap diserang oleh hatersnya dengan isu kebangkitan PKI. Salah satunya oleh Jon Riah Ukur Ginting (Jonru).

Mirip Sarachen

Penangkapan yang dilakukan terhadap kelompoh The Family MCA ini tampak persis dengan penangkapan kelompok penyebar hoaks, Sarachen, Agustus 2017 silam.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Mohammad Iqbal mengakui bahwa secara karakteristik, MCA menyerupai Saracen.

"Ada beberapa karakteristik yang agak mirip, tetapi ini berbeda," ujar Iqbal di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Namun, Iqbal belum memberikan pernyataan dibalik motif kelompok MCA menyebarkan kebencian. Sedangkan Sarachen memiliki motif ekonomi dibalik lahirnya berita-berita fitnah yang dibuatnya.

Para anggota Saracen, Sri Rahayu Ningsih, Muhammad Faisal Tonong, Jasriadi, dan Mohammad Abdullah Harsono, menetapkan tarif sekitar Rp 72 juta dalam proposal yang ditawarkan kepada sejumlah pihak.

Mereka bersedia menyebarkan konten ujaran kebencian dan berbau SARA di media sosial milik mereka sesuai pesanan

Berita Terbaru: Hoaks Mengenai Muadzin yang Dibunuh.

Kelompok MCA baru-baru ini menyebarkan berita hoaks mengenai seorang muadzin yang dibunuh oleh orang dengan gangguan kejiwaan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved