Air Limbah Produksi Tempe di Garut Dimanfaatkan untuk Bahan Bakar Alternatif
Perajin tempe di Kampung Astanahilir, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, saat ini tidak bergantung pada gas LPG untuk memenuhi . . .
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Perajin tempe di Kampung Astanahilir, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, saat ini tidak bergantung pada gas LPG untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar.
Alternatif bahan bakar untuk produksi tempe yakni menggunakan biogas yang bersumber dari air sisa perebusan kedelai.
Limbah sisa perebusan tersebut telah diuji oleh laboratorium mengandung kandungan organik tinggi seperti kotoran sapi, urine kelinci, dan kotoran domba.
Setelah berhasilkan dikumpulkan, air perebusan sebanyak 1.600 liter ditampung ke dalam alat tabung reaktor atau biodigester yang di berada di bawah tanah.
Baca: Sempat Malu-malu, Pasangan Lansia yang Kenalan di Sawah Ini Akhirnya Nikah di Gedung Islamic Centre
Dari tabung reaktor tersebut, nantinya dialirkan menggunakan pipa instalasi yang terhubung langsung ke tempat pengolahan tempe.
Dalam satu kali proses produksi tempe, air rebusan yang berubah menjadi bio gas ini bisa digunakan selama hampir lima jam tanpa henti.
Inisiator program pengelolaan limbah tempe, Gita Noorwardani, mengatakan, sebelumnya, perajin tempe di tempat dalam satu hari mampu menghabiskan 1,5 meter kubik kayu bakar untuk pengolahan 400 kwintal kedelai.
Anak Rachel Vennya Jadi Korban Bullying, Tak Disangka Ternyata Begini Nasib Terbaru si Pelaku https://t.co/hFBeZFFf2u via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) February 9, 2018
"Biogas ini, dipastikan menghemat biaya produksi tempe," kata Gita kepada Tribun Jabar, Jumat (9/2/2018).
Gita mengatakan, upaya ini dilakukan atas dasar keprihatinan ketika para produsen tempe tidak memiliki pengetahuan bagaimana mengolah limbah hasil produksi.
"Awalnya, dibuang begitu saja ke aliran sungai," katanya.
Ia berharap, biogas ini tidak hanya dapat dinikmati oleh para perajin tempe saja, melainkan bagi masyarakat sekitar lokasi pembuatan tempe.
"Instalasi akan disebar hingga permukiman warga," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/perajin-tempe-tempat-penampungan-air-limbah-industri-tempe-garut_20180209_165840.jpg)