Rabu, 3 Juni 2026

Setya Novanto Mogok Bicara hingga Ngaku Diare saat Sidang Perdana, Ini Tujuannya

Terdakwa korupsi pengadaan KTP elektronik atau e-KTP, Setya Novanto tak pernah kehilangan akal untuk lolos dari jeratan hukum.

Tayang:
KOMPAS.com/Garry Andrew Lotulung
Terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/12/2017). 

Kata Johanes, keadaan Novanto cukup baik. Yanto kemudian melanjutkan menanyakan identitas Setya Novanto.

"Saya ulangi lagi ya Pak. Pertanyaan saya, nama saudara siapa?" tanya Yanto.

Pertanyaan itu kemudian tidak dijawab Novanto. 

Baca: 10 Kilogram Paku Terkumpul Setiap Tim Saber Ranjau Opang Beroperasi

Dia diam seribu bahasa walau pertanyaan itu diulangi lagi dengan suara yang lebih keras oleh majelis hakim.

Yanto kemudian menskors sidang lebih kurang tiga menit karena Novanto hendak ke toilet. 

Novanto menggunakan pintu samping dan tidak menggunakan pintu depan sebagaimana yang biasa digunakan para terdakwa.

Saat kembali dari toilet, Novanto terlihat oleh hakim sedang berbicara dengan ketua tim penasihat hukumnya, Maqdir Ismail.

Saat membuka sidang kembali, pemandangan itu langsung dijadikan senjata oleh Yanto agar Setya Novanto mau berbicara.

"Saya lihat tadi bisa komunikasi sama PH-nya ya bisik bisik ya, sekarang tanya ulang ya, manthuk (ngangguk) paling tidak ya Pak. Nama lengkap saudara? apa nama saudara Setya Novanto?" kembali Yanto bertanya.

Baca: Pelaku Mutilasi Wanita Muda Cantik Bertato Itu Ditangkap Polisi, Dia Ternyata Orang Dekat Korban

Bukannya menjawab pertanyaan hakim, Novanto justru mengungkapkan jika dia sedang sakit diare selama kurang lebih empat hari dan tidak diberikan obat oleh dokter.

Padahal, kata Novanto, dia telah meminta obat kepada dokter.

"Saya sudah empat hari, lima hari ini sakit diare. Saya minta obat nggak dikasih sama dokter, saksinya ada," jawab Novanto bekas ketua fraksi Partai Golkar itu.

Beberapa pertanyaan hakim dijawab Novanto dengan batuk.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved