Kuliner Bandung
Sarapan Pagi dengan Lontong Sayur Padang di Tepi Jalan Dipatiukur
Di Jalan Dipatiukur, ada satu kedai yang menjajakan lontong khas Minangkabau, yang sangat jarang ditemui di Bandung.
Penulis: Fasko dehotman | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Menikmati teh talua, bisa menggunakan jeruk nipis, untuk mengurangi rasa amis yang keluar dari telur.
Zul (31), selaku pegawai Kedai Lontong Sayur Dipatiukur, menuturkan, alasan memilih membuka usaha lontong sayur Padang ketimbang makanan khas padang lain, karena adat istiadat keluarga yang teramat akrab dengan lontong ini.
"Kami dari kecil sudah terbiasa makan lontong, setiap berkumpul bersama keluarga, sajian lontong sayur tidak pernah luput," ujar Zul kepada Tribun Jabar, Selasa (22/8/2017).
Untuk bahan-bahan yang digunakan, Zul mengaku memasoknya dari Padang langsung.
Seperti beras yang digunakan untuk lontong, rempah-rempah, telur bebek, dan kerupuk merah.
Kenapa Teroris Betah Di Bandung? Ini Jawabannya https://t.co/BOmRTbEvAK via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 22, 2017
Kata Zul, dalam satu hari, Kedai Lontong Sayur Padang ini, mampu menghabiskan 200 piring lontong dan 150 gelas teh talua.
"Biasanya sih lebih ramai saat akhir pekan, saking banyaknya ada yang tidak kebagian tempat duduk," ujar Zul.
Bagi Anda yang tertarik mencicipinya, untuk satu porsi lontong sayur dihargai Rp 8.000, sedangkan teh taluanya diharargai Rp 6.000 saja.
Bagaimana, murah bukan?
Waktu buka Kedai Lontong Sayur Padang Dipatiukur ini adalah pukul 06.00 WIB - 10.30 WIB, setiap hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sajian-menu-lontong-sayur-padang-lengkap-dengan-kerupuk-merahnya_20170822_115348.jpg)