Sorot
Nasib Anak-anak Gunung Halu
KEMANA saja selama 10 tahun ini? Pembangunan itu tak hanya berupa fisik seperti jalan, tapi pembangunan manusia jauh lebih penting.
Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Oleh Machmud Mubarok, Wartawan Tribun Jabar
KABAR sedih itu datang dari pelosok selatan Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Nun dari sana, Gunung Halu, Rongga, Sindangkerta, dan Cipongkor, bisikan lirih nestapa itu berasal.
Sebanyak 40 persen siswa lulusan SMP di wilayah itu tak melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan SMA.
Dengan kata lain, mereka putus sekolah, demikian bunyi kabar memprihatinkan itu.
Sungguh ironis.
Baca: Bikin Bergidik! Deretan Artis ini Pernah Lakukan Ritual Berbau Mistis, No 2 jadi Perbincangan Netter
Di tengah deru pembangunan di wilayah KBB, di tengah maraknya kampanye para bakal calon bupati Bandung Barat.
Di tengah kekisruhan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA jalur nonakademik yang dikelola pemerintah provinsi.
Di tengah rencana pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, menyeruak kisah menyedihkan ini.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak Gunung Halu dan sekitarnya tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA.
Pertama persoalan klasik, ekonomi. Di daerah ini mayoritas adalah petani.
Baca: Perkedel Bondon, Diolah Pakai Arang dan Dijual Tengah Malam
Kedua, faktor yang tak kalah pentingnya, adalah jarak yang jauh dari tempat tinggal ke sekolah.
Tidak ada sekolah setingkat SMA yang dekat dengan kawasan selatan KBB ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/machmud-mubarok-tol-soroja_20150910_093625.jpg)