Tribun Health
Bingung Pilih Alat KB Karena Takut Gemuk, Wanita Baca Ini!
Bagi sebagian wanita, kenaikan berat badan menjadi momok menakutkan dalam menggunakan kontrasepsi atau KB.
Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: Fauzie Pradita Abbas
TRIBUNJABAR.CO.ID - Ada beragam pilihan jenis kontrasepsi untuk menunda kehamilan, seperti pil KB, suntik, koyo (patch), susuk KB, IUD, diafragma, hingga kondom, yang masing-masing memiliki manfaat serta efek samping yang berbeda-beda.
Beberapa di antaranya dianggap memiliki efek samping kenaikan berat badan.
Dikutp alodokter.com, jenis KB yang memiliki tingkat estrogen tinggi dapat meningkatkan nafsu makan dan meningkatkan retensi (penimbunan) cairan dalam tubuh, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
Oleh karena itu, banyak wanita yang ingin menghindari kegemukan lebih memilih untuk memakai kontrasepsi non-hormonal.
Sebenarnya, semua jenis KB tidak bikin gemuk, termasuk KB hormonal.
Jenis-jenis KB hormonal yang dipakai saat ini tidak mengandung hormon dalam dosis tinggi, jadi efeknya terhadap naiknya berat badan tidak siginifikan.
Kalaupun ada pertambahan berat badan, itu karena penimbunan cairan yang sifatnya sementara, dan akan kembali normal dalam waktu 2 sampai 3 bulan.
Jadi, bukan karena bertambahnya lemak.
Tetapi apabila Anda memilih untuk tidak menggunakan KB hormonal, ada bermacam jenis KB lainnya yang tidak menggunakan hormon tetapi tetap efektif untuk mencegah kehamilan.
Karena tidak memengaruhi hormon dalam tubuh, maka jenis kontrasepsi ini tidak mengganggu masa menyusui, dan juga tidak memiliki efek samping yang signifikan.
Alat-alat kontrasespsi non-hormonal ini mencegah kehamilan dengan cara menghalangi atau mencegah sperma bertemu dengan sel telur, seperti IUD, kondom, diafragma, spermisida atau KB alami.
Mari kita bahas beberapa di antaranya.
IUD non hormonal
IUD adalah alat berbentuk seperti huruf T yang diletakkan di dalam rahim dan berguna untuk menghadang sperma agar tidak membuahi sel telur.
Selain itu, IUD terbuat dari tembaga, yang bekerja sebagai spermisida (bersifat membunuh sperma). Jenis kontrasepsi ini dapat berfungsi selama 10 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kb-spiral_20170510_085612.jpg)