Breaking News:

Setiap Kepala Keluarga di Babakan Sari Diajarkan Memilah Sampah

Harapannya 70 persen sampah warga juga tidak diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA),

TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S
Pegawai Kecamatan Kiaracondong dan Kelurahan Babakan Sari memilah sampah di TPS Babakan Sari, Jalan Babakan Sari, Rabu (5/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Setiap kepala keluarga di Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, harus bisa memilah sampah di rumah sebelum diangkut ke‎ tempat pembuangan sementara (TPS). Hal itu menyusul Kelurahan Babakan Sari menjadi percontohan kawasan bebas sampah (KBS), program yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung.

Dalam pelaksanaannya, program itu dijalankan Perkumpulan YPBB yang bekerjasama dengan PD Kebersihan yang sudah berlangsung sejak Maret 2017. Program itu untuk memastikan 90 persen warga taat memilah sampah‎ di rumahnya.

"Harapannya 70 persen sampah warga juga tidak diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA)," kata Direktur Perkumpulan YPBB, David Sutasurya, kepada wartawan di TPS Babakan Sari, Jalan Babakan Sari, Kelurahan Babakan Sari, Rabu (5/4/2017).

Teknisnya, lanjut David, setiap warga akan memilah sampahnya menjadi empat jenis. ‎Antara lain, sampah berupa sisa makanan, sampah kebun, popok atau pembalut, dan sampah campuran.

"Di TPS, empat jenis sampah itu akan dipilah lagi menjadi delapan sampai sembilan jenis lagi. Sampah yang tidak bisa didaur ulang ‎atau dijadikan kompos, dibawa ke TPA," ujar David.

David mengatakan, program itu juga bisa mengurangi biaya pengangkutan sampah dari TPS ke TPA. ‎Berdasarkan hasil penelitian perkumpulan YPBB, sampah yang dihasilkan warga Babakan Sari mencapai 24 ton sehari yang diangkut lima truk setiap harinya.

‎"Kalau kita bisa membuat program ini berhasil, warga Babakan Sari bisa mengurangi 16 ton sampah. Sampah yang diangkut hanya menggunakan tiga truk sehingga biaya pengangkutan menghemat sampai Rp 30-60 juta," kata David. ‎

Program itu, kata David, akan berlangsung selama dua tahun. Selama dua tahun, kata dia, akan ada tahapan mulai dari melakukan riset, konsultasi antara RW dan pemerintah, pembentukan dewan pengelola sampah kelurahan, pengembangan desain sistem pengelolaan sampah, sampai pengawasan dan penegakan hukum.

"Tujuan spesifik program ini juga untuk membuat model pengelolaan sampah yang mempunyai sistem pengelolaan sampah terpadu dan terdesentralisasi yang dapat berjalan berkelanjutan," ujar David.

Selain itu, lanjut David, program itu juga untuk meningkatkan partisipasi warga dalam mengelola sampah baik skala rumah tinggal dan komunal. Setiap kepala keluarga di Kelurahan Babakan Sari akan diajarkan metode memilah sampah selama program berjalan.

"Sasaranya, pengurangan polusi sampah ke sungai dan ke laut dengan memperbaiki sistem dan daur ulang sehingga mencegah masuknya 62 ribu ton sampah (14 ribu sampah plastik) per tahun ke laut," kata David. (cis)

Penulis: cis
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved