Cerpen Luhur Satya Pambudi

Rumah Percikan Api Neraka

Dahulu, penghuninya yang merupakan sepasang suami-istri kerap terdengar berselisih paham.

Editor: Hermawan Aksan
Ilustrasi Rumah Percikan Api Neraka 

"Silakan kalian menempati rumah itu, tapi maaf saja jika saya tidak bersedia membantu apa-apa."

Ketua RT memilih mengalah. Risikonya terlalu besar sekiranya ia tetap ngotot mempertahankan rumah itu. Tentu ia tak mau terjadi sesuatu yang mengusik ketenteraman dan kedamaian hidup yang selama ini terjaga senantiasa di lingkungan tempat tinggalnya.

Tetapi rumah itu tetap menyimpan api dalam sekam. Jika ungkapan terkenal berbunyi "rumahku adalah surgaku", maka tempat tersebut barangkali layak dijuluki "rumah percikan api neraka". Sudah sekian bulan berlalu, rumah itu nyatanya dibiarkan hampa belaka.

***

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved