Cerpen Luhur Satya Pambudi
Rumah Percikan Api Neraka
Dahulu, penghuninya yang merupakan sepasang suami-istri kerap terdengar berselisih paham.
Editor:
Hermawan Aksan
Ilustrasi Rumah Percikan Api Neraka
"Silakan kalian menempati rumah itu, tapi maaf saja jika saya tidak bersedia membantu apa-apa."
Ketua RT memilih mengalah. Risikonya terlalu besar sekiranya ia tetap ngotot mempertahankan rumah itu. Tentu ia tak mau terjadi sesuatu yang mengusik ketenteraman dan kedamaian hidup yang selama ini terjaga senantiasa di lingkungan tempat tinggalnya.
Tetapi rumah itu tetap menyimpan api dalam sekam. Jika ungkapan terkenal berbunyi "rumahku adalah surgaku", maka tempat tersebut barangkali layak dijuluki "rumah percikan api neraka". Sudah sekian bulan berlalu, rumah itu nyatanya dibiarkan hampa belaka.
***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rumah-percikan-api-neraka_20161203_211634.jpg)