Minggu, 10 Mei 2026

Tindakan Induksi Pada Proses Persalinan Dilakukan Jika Terjadi Hal Ini, Rugi Kalau Gak Baca!

Prosedur ini tidak dapat dilakukan sembarangan karena mengandung lebih banyak risiko dibandingkan persalinan normal.

Tayang:
Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: Dedy Herdiana
www.pregmed.org
Ilustrasi 

TRIBUNJABAR.CO.ID --- Tribunners, sudahkah Anda paham tentang Induksi? Yups, Induksi adalah proses untuk merangsang kontraksi rahim sebelum kontraksi alami terjadi dengan tujuan mempercepat proses persalinan. Prosedur ini tidak dapat dilakukan sembarangan karena mengandung lebih banyak risiko dibandingkan persalinan normal. 

Mereka yang menjalaninya sebaiknya mendapat informasi selengkapnya tentang alasan, prosedur, dan risiko yang mungkin dihadapi. Tidak ada cara alami untuk memicu kontraksi atau persalinan. Mungkin Anda pernah mendengar bahwa berhubungan seks, minum obat herba tertentu, stimulasi puting atau payudara, atau akupuntur dapat memicu kontraksi.

Namun cara-cara ini belum terbukti secara ilmiah. Jika setelah tanggal perkiraan kelahiran bayi Anda belum juga menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan dan tidak ada masalah kesehatan serius, dokter biasanya akan menunggu hingga dua minggu.

Jika kandungan telah mencapai usia 42 minggu, perlu dipikirkan cara untuk mendatangkan bayi ke dunia. Kenapa demikian? Karena setelah masa ini risiko komplikasi bayi dan risiko persalinan akan makin tinggi.Mekonium atau tinja bayi jika tertelan dapat menyebabkan gangguan pernapasan atau infeksi paru-paru pada bayi. Untuk menghindari risiko tersebut, diperlukan induksi untuk mempercepat proses persalinan.

Induksi umumnya dilakukan pada kondisi-kondisi berikut ini seperti dikutip dari alodokter.com :

Jika air ketuban Anda telah pecah dan Anda belum merasakan kontraksi.

Risiko infeksi meninggi ketika air ketuban Anda telah pecah lebih dari 1 hari dan belum bersalin. Pada situasi ini, Anda biasanya membutuhkan operasi caesar. Pemberian opsi induksi akan berbeda pada berbagai usia kehamilan:

-Jika air ketuban pecah pada usia kehamilan kurang dari 34 minggu, induksi hanya akan ditawarkan jika ada faktor lain yang menegaskan bahwa pilihan tersebut adalah jalan terbaik.

-Jika ketuban pecah pada kehamilan 34-37 minggu, opsi induksi tersedia bagi Anda.

Tapi diskusikan hal ini terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda.

-Jika air ketuban pecah setelah kehamilan 37 minggu, umumnya Anda akan ditawarkan induksi atau manajemen kehamilan.

Pilihan kedua dilakukan dengan memonitor kondisi bayi dalam kandungan.

Jika dinyatakan sehat, maka persalinan dapat tetap dilakukan dengan proses normal.

Jika kandungan Anda melewati waktu perkiraan persalinan.

Jika bayi belum juga ada tanda-tanda akan keluar saat kandungan Anda telah melebihi 42 minggu, maka risiko bayi meninggal dalam kandungan dan masalah lain akan makin tinggi.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved