Breaking News:

PON XIX Jabar 2016

Keluarga Almarhum Pelatih Cabor Menembak DIY Dapat Santunan Rp 50 Juta

Santunan yang diberikan ini merupakan program perlindungan Jiwa Optima Group Life yang diberikan oleh BNI Life

ISTIMEWA
Santunan yang diberikan ini merupakan program perlindungan Jiwa Optima Group Life yang diberikan oleh BNI Life 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID- BNI Life sebagai official sponsor asuransi untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX dan Peparnas XV memberikan santunan duka cita kepada pelatih cabang olahraga menembak kontengen DI. Yogyakarta, Sebastian Laksawana (73) yang meninggal akibat terkena serangan jantung. Santunan sebesar Rp 50 juta ini diserahkan oleh Head of Claim BNI Life dr Santy Dahlan kepada almarhum yang diwakili oleh perwakilan PB PON di Bandung, Jawa Barat.

Santunan yang diberikan ini merupakan program perlindungan Jiwa Optima Group Life yang diberikan oleh BNI Life kepada atlet dan official pendukung selama PON XIX dan Peparnas XV berupa perlindungan keuangan terhadap risiko yang mungkin terjadi dalam masa pertangungan asuransi

“Pertama-tama kami mengucapakan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan. Santunan ini diharapkan dapat meringankan beban bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Head of Claim BNI Life dr Santy Dahlan dalam rilis yang diterima Tribun, Jumat (30/9/2016).

Selama pelaksanaan PON XIX di Jawa Barat, BNI Life memberikan perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan kepada 13.000 atlit dan official pendukung yang terlibat. Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk pertanggungan asuransi kesehatan, termasuk yang disebabkan karena kecelakaan dan asuransi jiwa kepada pemegang polis yaitu Panitia Besar PON XIX.

Menurutnya, santunan ini merupakan wujud tanggung jawab BNI Life dalam memberikan proteksi asuransi kepada atlet dan official pendukung selama PON XIX dan Peparnas XV. Selain santunan kepada Almarhum, kami juga telah membantu biaya perawatan rumah sakit para atlit dan official XIX. Salah satunya adalah atlit gantole asal Kalimantan Selatan Sisworo yang harus menjalani operasi engkel kaki karena mengalami kecelakaan saat bertanding.

Dari awal pelaksanaan PON yakni pada 17 September hingga 26 september 2016, nilai klaim yang telah ditanggung oleh BNI Life mencapai Rp 165 juta. Program perlindungan dan jaminan ini masih terus berjalan hingga 1 oktober 2016, sehingga atlit dan official yang masih dirawat melebihi tanggal tersebut sisa hari perawatannya akan dibebankan kepada masing-masing. Adapun bentuk perlindungan kesehatan yang dijamin oleh BNI Life adalah rawat inap termasuk didalamnya operasi besar setara dengan kelas 1.
“Kami senang bisa menjadi bagian dalam perhelatan olahraga terbesar di Indonesia. Ini merupakan bukti komitmen BNI Life demi kemajuan dunia olahraga nasional, sekaligus momentum mempererat persatuan bangsa melalui olahraga,” katanya. (tif)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved