PON XIX Jabar 2016

Asyiknya dari Arena ke Arena Menumpang Bus Lala-Lili

SAMBIL tersenyum, Ratu Gianis (15) menuju bus Lala, yang siang itu mampir di GOR C-Tra Arena, di Jalan Cikutra, Kota Bandung.

Editor: Dedy Herdiana
Muhamad Nandri Prilatama
BUS LILI - Bus Lili saat akan berangkat dari Trans Studio Mall (TSM), Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kota Bandung, Selasa (20/9/2016). Bus yang dinamai Lala dan Lili ini untuk mengantar warga ke lokasi-lokasi pertandingan PON XIX/2016 yang tersebar di banyak tempat secara gratis. Nama ini diambil dari nama dua primata yang tahun ini menjadi maskot PON. Ketua Umum PB PON XIX, yang juga Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, meresmikan pengoperasiannya, Senin (19/9). 

Laporan Muhamad Nandri Prilatama

SAMBIL tersenyum, Ratu Gianis (15) menuju bus Lala, yang siang itu mampir di GOR C-Tra Arena, di Jalan Cikutra, Kota Bandung. Siswi kelas 9 SMP Kartika Siliwangi itu tak sendirian. Tujuh teman sekelasnya mengikutinya dari belakang.

RATU mengatakan, ia bersama teman-temannya ikut naik bus tersebut karena adanya tugas dari sekolah yang mewajibkan mereka menonton beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan pada ajang PON XIX yang digelar hingga 29 September 2016. Ini tugas untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.

"Kami disuruh menonton pertandingan dan merekam. Kami juga harus berfoto dengan atlet PON dan mesti tahu siapa pemenang di pertandingan yang kami tonton," ujarnya saat sudah berada di bus Lala, Selasa (20/9).

Tak hanya Ratu dan teman-temannya, siang itu di dalam bus juga sudah duduk Jumartin (54), warga Jalan Buahbatu. Ia datang bersama anaknya, Dimas Arya (11), yang masih duduk di bangku kelas 6 SD.


NAIK BUS LALA - Ratu Gianis dan teman-temannya dari SMP Kartika Siliwangi memanfaatkan bus Lala untuk menuju beberapa venue PON XIX/2016, Selasa (20/9). Mereka naik dari GOR C-Tra Arena, Kota Bandung. --- Muhamad Nandri Prilatama

"Saya sengaja bawa anak saya berkeliling naik bus ini karena ingin memberikan pengetahuan kepadanya tentang PON dan hal-hal lain tentang Kota Bandung di jalan-jalan yang kami lalui. Kalau soal menonton pertandingannya mah, lain kali saja," ujarnya.

Seperti Jumartin, kemarin, Cece (39), warga Jalan Kiaracondong, juga mengajak anaknya berkendara dengan bus Lala. Sedianya, bersama dua putrinya, Cece hendak menonton pertandingan bola voli yang ia kira berlangsung di GOR C-Tra.

"Tapi, volinya ternyata bukan di sini, melainkan di Jalak (Stadion Si Jalak Harupat). Terpaksa pulang lagi. Mungkin lain kali saja nonton volinya dengan membawa kendaraan pribadi. Tapi saya senang dengan adanya fasilitas seperti ini. Fasilitas ini membuat warga mudah menuju arena cabang olahraga," ujar Cece sambil menggendong salah seorang putrinya yang masih berusia empat tahun. Putri Cece yang lain sudah kelas empat SD.

Untuk memeriahkan perhelatan empat tahunan ini, panitia PON Jabar sengaja menyediakan bus untuk mengantar warga ke lokasi-lokasi pertandingan yang tersebar di banyak tempat secara gratis. Ada 10 bus yang disiapkan. Lima di antaranya diberi nama bus Lala, sedangkan sisanya dinamai bus Lili. Nama ini diambil dari nama dua primata yang tahun ini menjadi maskot PON. Ketua Umum PB PON XIX, yang juga Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, meresmikan pengoperasiannya, Senin (19/9).

Untuk dapat menaiki bus Lala dan Lili, warga bisa datang ke kawasan terpadu Trans Studio Mall (TSM) di Jalan Jenderal Gatot Subroto. Di sana sudah siaga panitia yang siap melayani warga, termasuk memberikan informasi sejelas-jelasnya tentang cabang olahraga apa yang hari itu bertanding, di mana, jam berapa, dan kapan saat yang tepat untuk menggunakan bus Lala atau Lili.

Rute yang dilalui bus Lala berbeda dengan rute yang dilalui bus Lili. Bus Lala melayani pengantaran warga ke arena cabang olahraga bridge di Hotel Horison; catur di Hotel Savoy Homann; sepatu roda, judo, dan gulat di GOR Saparua; biliar, skuas, boling, kriket, dan tenis di Graha Siliwangi; dan bola basket di GOR C-Tra, lalu kembali ke TSM.

Adapun pelayanan pengantaran bus Lili meliputi cabang olahraga dance sport dan anggar di Hotel Harris; tarung derajat dan wushu di GOR Pajajaran; taekwondo, hoki indoor, sofbol putri, sepak takraw, renang, renang indah, dan loncat indah di UPI; karate dan kempo di Sabuga, lalu kembali ke TSM.

Meski tak perlu mengeluarkan dana sepeser pun, warga yang hendak memanfaatkan bus Lala dan Lili harus menunjukkan kartu tanda penduduk, atau kartu pelajar bagi yang masih berusia di bawah 17 tahun. Sejak diresmikan pengoperasiannya, bus ini selalu diserbu masyarakat, terutama para pelajar yang kebetulan diberi tugas menonton PON oleh guru di sekolahnya. (*)

Naskah feature ini juga bisa dibaca di Tribun Jabar edisi cetak, Rabu (21/9/2016). Ikuti berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.


Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved