Breaking News

PON XIX Jabar 2016

Tim Hoki Jakarta Berhasil Libas Tim Papua dengan Skor Akhir 4-2

Kedua tim bermain terbuka dengan posisi yang sama 212 peluang gol dimiliki kedua tim

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
Lutfi Ahmad
ILUSTRASI --- Tim hoki putri indoor Jawa Barat (hijau) saat dan tim Papua Barat (kuning), pada laga Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX, di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kamis (15/9/2016). 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pertandingan final hoki indor putri yang mempertemukan tim DKI Jakarta dan tim Papua di laga Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX, berjalan alot. Kedua tim memperagakan permain terbuka. Laga tersebut diselenggarakan di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jalan Seta Budi, Kota Bandung (19/9). Tim DKI Jakarta akhirnya berjasil melibas Papua dengan skor 4-2.

Tim DKI nomor punggung 12, Rwede Sabatibe Tamar, berhasil membobol gawang tim Papua pada menit keempat lewat penalti corner. Hanya berselang dua menit pemilik nomor 12 dari tim DKI itu mampu menambah golnya dengan penalti corner.

Namun berselang tigaa menit kesembilan tim papu juag bisa memperkecil kedudukan lewat pukulaan nomor punggung 10, Bastina mampu meobek gawsng tim DKI yang belum pernah kebobolan dari awal laga PON XIX.

Babak kedua berjalan permainan terbuka tersaji sili berganti menyerang, akhirnya perjuangan tim papua membuahkan hasil. Mereka bisa menyamakan kedudukan oleh gol yang dicetak sang kapten tim Papua Olivia, pemilik nomor punggung 18 pada menit 27 hingga sekor menjadi 2-2.

Tak mau terlibas tim Papua, tim DKI gencar menyerang hanya berselang dua menit tim DKI mampu membobol kembaali jala tim Papua oleh Ika Oktavianti, bernomor punggung 11, sekor pun berubah menjadi 3-2.

Menjalankan permainan yang apik, dan bisa memanfaakan kelengahan tim Papua, pada menit ke 37, tim DKI mampu menambah keunggulannya lewab pukulan nomor punggung 9, Novita Natalis. Hingga akhirnya tim Papua terlibas oleh tim DKI dengan skor 4-2.
Menurut Yayan Hedriyana, Pelatih tim DKI, timnya bermain baik tapi tim Papua bermain dengan pelan dan menunggu bola.

"Jadi timnya terbawa oleh permainan Papua, gol pertama tim Papua yang berasal dari serangan balik itu karena mereka menunggu dan tim kami lengah," ujar Yayan, seusai laga.

Yayan mengatakan, pihaknya sudah mepresiksi bahwa tim Papua akan merepotkan timnya.

"Dan itu memng terjadi, tapi Papua pada laga final lebih menunggu. Mereka mempunyai kecepatan dan kami juga punya, saya kira tadinya akan bermain cepat kedua tim, jiaka terjadi bermain cepat akan lebih menarik," ujar dia.

Sedangkan Rully Okta Saputra, pelatih tim Papua, mengatakan pertandingan kemarin atara Papua dan DKI, kedua tim bermain bagus.

"Kedua tim bermain terbuka dengan posisi yang sama 212 peluang gol dimiliki kedua tim," ujar Rully.

Rully mengatakan, penampilan anak asuhnya diluar prediksi, karena kata dia, awalnya hanya menargetka medali perunggu.
"Pasalnya kami hanya persiapan selama 4 bulan sedangkan di Pulau Jawa terdapat tim DKI dan Jabar yang kuat. Tim DKI sudah mempersiapkannya 3 tahun yang lalu dan Jabar dari 2,5 tahun yang lalu," ujar dia.

Namun, kata Rully akhirnya timnya bisa merebut medali perak. Walaupun hanya menargetkan medali perunggu.
"Pasalnya melawan Jabar juga kami hawatir, tapi alhamdulillah bisa ngelewatin itu," ujar dia. (cc)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved