Coffee Break
Anies
SEBELUM resafel kabinet, beberapa pekan lalu, Yuddy Chrisnandi menganalogikan teka-teki resafel dengan anekdot mengenai sopir bajaj.
Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Hermawan Aksan
Oleh Hermawan Aksan, Wartawan Tribun
SEBELUM resafel kabinet, beberapa pekan lalu, Yuddy Chrisnandi menganalogikan teka-teki resafel dengan anekdot mengenai sopir bajaj, yang kalau sedang jalan tidak diketahui kapan akan berbelok: hanya sang sopir dan Tuhan yang tahu.
Saat itu ia bilang, "Hanya Presiden dan Tuhan yang tahu kapan resafel."
Kemudian, Presiden benar-benar mengumumkan resafel kabinet, Rabu, 27 Juli lalu—bertepatan dengan peringatan 20 tahun Tragedi 27 Juli.
Yuddy termasuk di antara deretan nama menteri yang diganti. Dan penggantian itu tidak mengejutkan.
Beberapa poin berikut ini dinilai sebagai penyebabnya: Yuddy melarang PNS mudik menggunakan mobil dinas, tapi dia sendiri memakai mobil dinas saat mudik ke kampung halamannya di Bandung; melarang PNS rapat di hotel, tapi dia sendiri menggelar rapat di Hotel Bidakara, Jakarta, dengan dalih ruangan rapat di kantornya penuh; menimbulkan kegaduhan tentang masalah rasionalisasi PNS; menimbulkan kericuhan soal rapor penilaian akuntabilitas kinerja menteri Kabinet Kerja, padahal itu hak prerogatif Presiden.
Selain Yuddy,.....
Selengkapnya, bisa dibaca di edisi cetak, Tribun Jabar, Minggu (31/7/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.