Sorot

Kado Terindah Dari dan Untuk Viking

KELOMPOK bobotoh yang kental dengan sebutan Viking dan setiap anggotanya disebut Vikers

Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUN JABAR

Oleh Dedy Herdiana, Wartawan Tribun Jabar

ADA yang istimewa dibalik kegagalan Persib Bandung meraih tiga poin pada laga melawan Persija Jakarta.

Manajer Persib, H Umuh Muchtar, mengaku sedih dengan kegagalan itu karena merasa gagal memberi kado bagi bobotoh.

Padahal bagi bobotoh, tepat pada momen Persib gagal meraih tiga poin itu, mereka telah melahirkan dan mendapatkan suatu pengalaman istimewa dan sangat berharga.

Bahkan khususnya bagi Viking Persib Club (VPC), momen itu sepertinya menjadi kado terindah, karena sehari setelah laga big match, yakni 17 Juli 2016, merupakan peringatan hari lahirnya VPC yang berusia 23 tahun.

Seperti yang dipublikasikan vikingofficial.com, kelompok bobotoh ini berdiri pada 17 Juli 1993 yang dipelopori oleh Ayi Beutik, Heru Joko, Dodi Rokhdian, Hendra Bule, dan Aris Primat dengan dihadiri beberapa pionir VPC lainnya, yang masih aktif dalam kepengurusan VPC.

Dalam perkembangannya, kelompok bobotoh yang kental dengan sebutan Viking dan setiap anggotanya disebut Vikers berhasil menjadi salah satu base bobotoh terbesar di Tanah Air.

Di hari bersejarahnya, Minggu (17/7), mereka pun membuat acara peringatan sederhana dengan konvoi mengelilingi Kota Bandung yang dilanjutkan ziarah ke makam Panglima Viking, Ayi Beutik di kawasan Cangkuang, Kabupaten Bandung.

Mengenai momen berharga yang menjadi kado terindah tersebut, sebetulnya masyarakat secara luas pun khususnya masyarakat pencinta Persib turut merasakannya.

Bayangkan saja, masyarakat pencinta Persib pasti merasa kesal, gemas bercampur sedih, dan berharap masih ada waktu agar Persib bisa membuat gol pada laga big match itu?

Apalagi bagi bobotoh yang hadir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pasti rasa kesal dan sesak yang begitu banyak bisa memicu amarah dan melahirkan aksi anarkis.

Namun ternyata pada umumnya bobotoh mampu bersikap dewasa, hanya beberapa oknum yang masih belum sadar dengan memaksa masuk tanpa tiket. Mereka meninggalkan Stadion GBLA seusai laga dengan tidak meninggalkan berita buruk.

Tak terdengar kabar oknum bobotoh yang meluapkan kekesalannya atas kegagalan Persib meraih tiga poin dengan merusak fasilitas stadion atau aksi anarkis lain.

Tak terdengar pula aksi anarkis di jalanan saat konvoi kendaraan bobotoh meninggalkan stadion menuju rumahnya masing-masing. Bahkan tim tamu, Persija Jakarta yang disebut sebagai musuh bebuyutan Persib, tak terdengar mendapat perlakuan buruk dari bobotoh. Pertandingan pun berjalan lancar tanpa gangguan dari bobotoh, meski tim kesayangannya ditahan imbang sang musuh bebuyutan. Masyarakat luas pun merasakan kedamaian.

Memang sebelumnya, Rabu (13/7) bobotoh menggelar deklarasi damai melalui delapan poin pernyataan sikap di aula Mapolrestabes Bandung. Deklarasi damai dibacakan dan ditandangani pentolan bobotoh dari Viking, Bomber, dan The Bombs. Namun tetap saja bukti terwujudnya suasana kondusif hingga laga usai menjadi sesuatu yang sangat istimewa.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved