Sorot
GBLA dan Harapan
NAMANYA disepakati Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) setelah memenangkan polling.
Penulis: Giri | Editor: Dedy Herdiana
Oleh: Sugiri U. A, Wartawan Tribun
NAMANYA disepakati Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) setelah memenangkan polling.
Nama itu mengalahkan dua kandidat lainnya; Gelora Gedebage dan Gelora Rosada. Gelora Gedebage diambil dari nama kecamatan tempat stadion berkapasitas 38 ribu penonton itu didirikan.
Sedangkan Gelora Rosada berasal dari mantan wali kota Bandung, Dada Rosada, yang dianggap berjasa atas pembangunannya.
Dua nama pertama muncul hasil kajian tim yang dibentuk. Tak ada Gelora Rosada yang direkomendasikan untuk di-polling.
Namun kenyataannya, pihak DPRD Kota Bandung menyertakannya karena "desakan" pihak-pihak tertentu, termasuk demonstrasi agar Gelora Rosada tetap masuk dalam daftar kandidat.
Dalam polling, GBLA mendapat suara melalui SMS paling tinggi mencapai 83 persen atau 14.777. Kemudian, Gelora Gedebage 2.047 (11,7) persen dan Gelora Rosada mendapat 871 suara atau 5,0 persen.
Sayang, polemik nama tak menjadi akhir permasalahan bangunan yang dikerjakan sejak Oktober 2009 itu.
Meski sudah dilakukan soft launching pada 9 Mei 2013, stadion itu seakan tak bertuan hingga kini.
Tidak ada pertandingan-pertandingan besar yang digelar di sana kecuali laga uji coba Persib Bandung melawan Liga Super Malaysia Selection dalam rangka memperingati hari jadi ke-204 Kota Bandung pada 2 Oktober 2014.
Setelah itu, GBLA berkutat dengan pihak kepolisian. Isu korupsi menyeruak karena pembangunannya diduga tak sesuai dengan bestek. Beberapa titik stadion juga ambles dan menunjukkan rekahan- rekahan.
Akibatnya, ada dua hasil kajian yang didapat tentang kelayakan pakai stadion karena ditakutkan tak bisa menahan beban kalau dipakai dan penonton memenuhi tribun.
Hal itu membuat rencana pembukaan PON XIX Jawa Barat, September 2016, dialihkan ke Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Padahal semua berharap, GBLA menjadi venue ajang itu.
Kini, GBLA siap menyambut laga Persib versus Mitra Kukar pada pekan ketujuh ISC A 2016, Sabtu (18/6). Semua berawal, Stadion Si Jalak Harupat yang selama ini menjadi kandang Persib sedang bersolek menyambut PON.
Persib yang terusir kemudian menjadikan GBLA sebagai target utama meski punya opsi yang dianggap tidak ada: Stadion Wibawa Mukti (Kabupaten Bekasi) dan Stadion Pakansari (Kabupaten Bogor).
Berkandang di GBLA, berarti Persib pulang ke rumah sendiri. Ini akan menjadi perjalanan baru tim yang kini diasuh pelatih caretaker Herrie Setyawan setelah Dejan Antonic memilih mundur karena tak tahan dengan tekanan bobotoh yang masif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sugiri-ua-wartawan-tribun-jabar_20160425_160334.jpg)