Sorot
Jokowi Jangan Gamang
PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo kembali harus berhadapan dengan tugasnya....
Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo kembali harus berhadapan dengan tugasnya untuk memilih Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).
Dalam waktu dekat, Jokowi sapaan akrab Presiden RI, itu harus melantik kapolri baru pada Juli 2016, mengingat Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti memasuki masa pensiun pada bulan tersebut.
Namun hingga sekarang, Jokowi belum memutuskan siapa yang akan dipilihnya, bahkan ia menyebut ada kemungkinan melantik yang baru atau memperpanjang yang lama.
"Saya belum memutuskan, apakah pergantian atau perpanjangan Kapolri," ujar Jokowi di Auditorium Dhanapala, Komplek Kementerian Keuangan, Jakarta, seperti dikutip Kompas.com, Selasa (7/6/2016).
Membaca soal pemilihan kapolri, semua orang pasti akan kembali teringat pada proses pemilihan kapolri tahun lalu yang penuh liku dan sempat membuat Jokowi gamang, penuh ketidakpastian.
Hampir empat minggu calon kapolri yang ada hanya calon tunggal menggantung tanpa keputusan.
Kemudian Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla dan sejumlah menteri, akhirnya mengumumkan pembatalan pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri, karena sejak KPK menetapkan statusnya sebagai tersangka korupsi, penolakan dari masyarakat terus bergulir meski pengadilan telah membatalkan status tersangka yang disandang Budi.
Ketika itu Budi merupakan calon tunggal yang diajukannya sendiri dan disetujui oleh DPR. Saat itu pula Jokowi menunjuk Wakapolri Komjen Badrodin Haiti sebagai calon baru Kapolri.
Kini, nama Komjen Budi disebut-sebut kembali menjadi salah satu calon yang diajukan Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) Polri ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Sementara nama lainnya yang ramai masuk dalam daftar kandidat calon kapolri adalah, Komjen Syafruddin, Komjen Putut Eko Bayuseno, Komjen Dwi Priyatno, Komjen Suhardi Alius, Komjen Budi Waseso, Komjen Tito Karnavian, dan Irjen Ari Dono Sukmanto.
Terlebih, nama Komjen Budi Gunawan disebut-sebut sebagai nama yang diusung partai besar yang mengusung Jokowi menjadi Presiden.
Tentu kondisi ini akan menjadi pemicu Jokowi kembali akan masuk dalam kondisi kegamangan.
Menanggapi kondisi ini semua pihak masih merahasiakan siapa-siapa saja nama calon kapolri yang diajukan itu.
Termasuk Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang hanya bisa membenarkan bahwa nama-nama itu sudah diketahui Jokowi, namun tidak merinci siapa nama-nama tersebut.
Tanggapan yang terdengar frontal pun diungkapkan politisi PKS, Nasir Djamil anggota Komisi III DPR.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dedy-herdiana-pakai-baju-koko_20160609_082600.jpg)