Sorot

Maung Mengaum PSSI Kocar-kacir

TAPI kini suara sayup-sayup itu berubah jadi suara auman harimau.

Penulis: Oktora Veriawan | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
DOKUMENTASI PRIBADI / FACEBOOK
Oktora Veriawan, Wartawan Tribun Jabar. 

SUARA itu terdengar sayup-sayup dari kejauhan waktu itu. Sang raja pun tahu dan mendengar suara sayup-sayup tersebut.

Tapi sang raja menganggap suara tersebut angin lalu saja, karena dia sadar suara sayup-sayup tersebut adalah suara kebimbangan dan ketakutan.

Tapi kini suara sayup-sayup itu berubah jadi suara auman harimau. Suaranya lantang. Saking kerasnya auman tersebut, nyaris memekakan telinga sang raja.

Raja pun khawatir karena suara auman tersebut adalah suara kekecewaan dan kejujuran.
Suara auman harimau yang lantang tersebut terdengar oleh kawan-kawannya.

Mereka yang awalnya ragu dan takut bersuara, kini berani bersuara. Suara mereka makin membuat raja takut. Raja takut singgasananya dikudeta maung dan kawan-kawan.

Raja melalui patih dan panglimanya lalu membujuk maung dkk untuk bertemu dan duduk bersama membicarakan apa yang membuat mereka mengaum keras.

Tapi maung dkk tak mau bertemu. Maung hanya ingin kerajaan tempat mereka bernaung memiliki raja yang bijaksana, bukan raja yang sedang bermasalah.

Bukan pula raja yang memiliki kerajaan namun dia memilih tinggal di kerajaan lain.

Siapakah maung yang mengaum lantang tersebut? Dia adalah Persib. Sedangkan raja yang ketakutan itu adalah ketua umum PSSI.

Setahun ke belakang, sejak PSSI dibekukan Menpora, Maung Bandung seperti tidur ayam.

Mereka tahu PSSI sedang dirundung masalah, tapi maung memilih diam. Kalau pun bersuara, aumannya sayup-sayup saja.

Setelah sepekan sanksi pembekuan PSSI dicabut, maung kini terbangun dari tidurnya. Mereka menjadi yang terdepan menyuarakan kebenaran.

Bersama klub lainnya yang tergabung dalam kelompok 85, Persib minta ketum PSSI diganti melalui mekanisme Kongres Luar Biasa.

Layaknya cerita, di mana maung adalah raja hutan, maka ketika maung mengaum maka seisi hutan akan ikut bersuara.

Awalnya hanya 85 klub dan Asprov/Askot yang memiliki hak suara (voters) yang berada di belakang Persib menyuarakan segera digelar KLB, kini lebih dari 100 klub satu suara dengan

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved