Sorot
Harga Jelang Puasa
DI negeri ini yang paling menggelisahkan dan berbuah keluhan adalah.....
Penulis: Adityas Annas Azhari | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
DI negeri ini yang paling menggelisahkan dan berbuah keluhan adalah harga yang menjulang jelang Ramadan dan Lebaran.
Kebutuhan masyarakat atas daging ayam, daging sapi, beras, gula, garam, telur, sayur-mayur, minyak goreng, dan berbagai bahan kebutuhan pokok naik tajam.
Hal ini sungguhlah aneh, karena di negeri yang mayoritas beragama Islam ini, seharusnya konsumsi (permintaan) kebutuhan pokok tersebut turun, karena Ramadan mencegah seseorang menjadi konsumtif atau berlebihan.
Kenyataannya tradisi Ramadan di negeri ini membuat masyarakat cenderung memperbesar belanja kebutuhan pokok sehingga membuat harga-harga naik, terlebih mendekati Lebaran.
Memanfaatkan perilaku konsumen yang memperbesar belanja barang dan jasa, membuat pelaku pasar menggunakan kesempatan untuk mengambil untung.
Harga-harga turut dinaikan sehingga konsumen membayar lebih.
Presiden Joko Widodo yang menyadari kenaikan harga rutin ini lalu berjanji akan mencoba menjungkirbalikan keadaan harga.
Pada pembukaan rapat terbatas kabinet di Jakarta, Selasa (26/4) sore, Jokowi menekankan agar harga dua kebutuhan pokok yang harus turun saat Lebaran 2016 adalah daging sapi dan beras.
"Saya ingin harga daging sapi jangan sampai seperti harga saat ini. Paling tidak Rp 80.000 per kilogram," katanya.
Ia mengatakan harga beras juga harus diturunkan dan tidak boleh naik sebagaimana tahun-tahun sebelumnya saat Lebaran tiap tahun. "Beras pas panen. Diturunkan. Hal-hal yang rutin naik, tahun ini kita jungkirbalikkan," katanya.
Bakal terwujudkah tekad Jokowi itu? Tentu saja bisa, tapi dengan catatan, perlu upaya masif yang dikendalikan negara.
Jadi negara harus berusaha keras untuk membuat harga jelang Ramadan stabil pada harga rendah.
Pemerintah harus memastikan persediaan barang kebutuhan pokok yang cukup di setiap provinsi, bahkan hingga ke tingkat desa.
Kepastian suplai ini penting, karena jika suatu daerah kekurangan daging sapi misalnya, hal itu mendorong kenaikan harga dan bakal merembet ke daerah sekitarnya.
Selanjutnya setelah persediaan dipastikan aman, lancarnya distribusi menjadi faktor utama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/adityas-annas-azhari-baru-dibesarin_20150723_095310.jpg)