Sorot
Sukses UN Baru Koma, Belum Titik
UJIAN Nasional Berbasiskan Komputer (UNBK) dan tertulis telah usai digelar.
Penulis: Kisdiantoro | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Oleh Kisdiantoro
Wartawan Tribun Jabar
UJIAN Nasional Berbasiskan Komputer (UNBK) dan tertulis telah usai digelar.
Para pelajar SMA dan SMK atau sederajat pun sebagian telah menerima pengumuman kelulusan.
Adalah sebuah kebahagiaan jika membuka amplop dengan lembaran kertas tertulis kata "lulus."
Di Jawa Barat ada 538.404 pelajar SMA/SMK yang mengikuti UN dan tingkat kelulusannya nyaris 100 persen. Angka kelulusan tertinggi diraih Kota Depok dengan prosentase 99,99 persen.
Pelajar yang tidak lulus UN masih ada tapi jumlahnya kecil di bawah 10 persen.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, tradisi kelulusan diwarnai dengan kegiatan konvoi kendaraan
dan aksi corat-coret seragam sekolah.
Pihak sekolah bekerjasama dengan kepolisian jauh-jauh hari mengingatkan kepada pelajar untuk menyalurkan kegembiraan menyambut kelulusan UN dengan kegiatan yang positif, membagikan seragam kepada yang membutuhkan, syukuran, atau berbagi makanan dengan anak yatim piatu.
Konvoi dan aksi corat-coret selain tidak bermanfaat, juga berpotensi mengganggu ketertiban di jalan raya karena umumnya mereka tak mengenakan helm dan melakukannya secara ugal-ugalan.
Belum lagi jika terjadi kecelakaan lalu lintas yang berakhir dengan kematian. Maka, kebahagiaan yang diharapkan bisa berubah menjadi duka. Sungguh kematian yang sia-sia.
Apakah melewati UN sebuah final dari perjalanan hidup seorang pelajar? Ada banyak tantangan yang harus dihadapi para pelajar.
Kehidupan nyata di masyarakat tidaklah semudah yang dibayangkan ketika berstatus pelajar.
Dan kami yakin, dari ratusan ribu pelajar SMA/SMK di Jabar yang lulus UN, tak semua akan melanjutkan ke perguruan tinggi (PT).
Angka partisipasi kasar (APK) jenjang PT di Jabar berdasarkan keterangan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dalam sebuah kesempatan di kampus ITB Jatinangor, 2013, hanya 15,5 persen.