Sorot
Awas Maung Gemuk
Setelah di turnamen Piala Bhayangkara merekrut Purwaka Yudi, Samsul Arif, dan Belencoso, perburuan pemain terus dilanjutkan.
Penulis: Oktora Veriawan | Editor: Dedy Herdiana
Jika kedalaman tim tak seimbang, bisa jadi saat beberapa pemain inti absen, maka performa tim akan acak-acakan.
Tapi itu bukan jadi alasan bagi pelatih untuk terus menerus menambah kekuatan tim dengan merekrut pemain baru. Pelatih berkualitas dan visioner pasti akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari keseimbangan tim, hingga keseimbangan keuangan manajemen.
Sebagai contoh, Paris Saint Germain berhasil menjuarai Liga Prancis musim ini hanya dengan kekuatan 24 pemain. Bayern Muenchen pun sukses musim ini hanya berkekuatan 24 pemain.
Leicester yang bikin kejutan di Liga Inggris pun hanya berkekuatan 25 pemain. Pun Barcelona dan Real Madrid yang hanya memiliki 25 pemain untuk mengarungi kompetisi Liga Spanyol dan Liga Champion.
Ibarat kata, jangan sampai Maung kegemukan hingga nantinya akan lambat berlari mengejar tim-tim lain di ISC. Maung yang gemuk membutuhkan makan banyak. Jika manajemen tak punya uang yang cukup, akan berdampak pada keterlambatan gaji pemain.
Efeknya pemain tak akan fokus bermain, yang pada akhirnya target juara akan lepas. Jadilah Maung yang bertubuh ideal, yang bisa berlari kencang, dan mampu menerkam setiap musuh yang mengadang. (*)
Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Kamis (14/4/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/oktora-veriawan-baju-merah_20160111_082544.jpg)