Sorot
Kenapa Warga yang Harus Bayar?
RENCANANYA kebijakan ini akan diberlakukan secara nasional mulai bulan depan.
Penulis: Arief Permadi | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
MENDOMPLENG momen Hari Sampah Nasional, 21 Februari, kebijakan kantong plastik berbayar mulai diuji coba di 22 kota dan kabupaten di Indonesia.
Rencananya kebijakan ini akan diberlakukan secara nasional mulai bulan depan.
Pada masa uji coba ini akan dilihat seberapa efektifnya kebijakan tersebut bisa mengurangi pemakaian kantong plastik sekali bayar.
Termasuk harga yang diterapkan untuk setiap lembar kantong plastik yang terpaksa digunakan.
(lihat juga VIDEO: Lucunya Reaksi Anak-anak Bule Ini Saat Mencicipi Buah Durian)
Pada masa uji coba ini, harga untuk per lembar kantong plastik sekali pakai yang digunakan dipukul rata, Rp 200. Jujur saja, harga sekecil itu sedikit mengundang keraguan.
"Tekanan" Rp 200 per kantong plastik rasa-rasanya masih terlalu lemah untuk membuat masyarakat beralih dari kantong plastik sekali pakai ke wadah lain yang lebih "permanen".
Tekanan semakin lemah karena harga Rp 200 ini juga sifatnya donasi. Ini berarti para pengguna masih diberi pilihan: boleh memberi boleh juga tidak.
Demi alasan kepraktisan, sangat mungkin terjadi para pembeli akan lebih memilih membayar donasi Rp 200 ketimbang ribet menjinjing barang.
Demi alasan keamanan, pembeli juga akan memilih plastik saat belanja telur, daging mentah, dan sayur mayur.
(lihat juga VIDEO: Ngeri! Gajah Kesasar, Ngamuk, Warga Siliguri Lari Kocar-kacir)
Jika sudah begini, bisa dipastikan bahwa program yang digembar-gemborkan sejak satu bulanan lalu ini akan berakhir sia-sia.
Harga Rp 500 atau katakanlah Rp 2.000, barangkali lebih masuk akal jika tujuannya sekadar mengurangi kebiasaan warga menggunakan kantong plastik sekali pakai.
Tapi, ini pun dengan catatan bahwa pembayaran ini wajib, bukan boleh bayar-boleh juga tidak. Cuma Rp 200 dan suka-suka? Mungkin harus ditinjau.
Pada sisi yang lain, kebijakan plastik berbayar juga patut mendapatkan kritik tajam karena memberikan beban justru pada warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/arief-permadi-sorot-selasa-23-februari-2016_20160223_110329.jpg)