Minggu, 26 April 2026

Mengenal Bahaya Sianida dan Cara Pencegahannya

Fatalnya, bagian organ tubuh lain yang juga akan mengalami efek sianida meliputi jantung dan sistem syaraf.

shutterstock
Peringatan beracun. 

Beberapa waktu lalu, tersiar kabar Wayan Mirna Salihin pengusaha muda diduga tewas keracunan sianida. Setelah itu, baik media massa maupun media sosial hangat dengan perbincangan antara yang berkabung dengan kepergian Mirna dan ada pula yang membahas soal sianida. Sianida bukan hal baru dalam kasus-kasus kematian. Sudah banyak yang tewas akibat keracunan sianida, contoh saja Munir atau Adolf Hitler yang tewas akibat zat kimia tersebut. Lalu, apakah sianida ini sebenarnya?

Sianida merupakan senyawa kimia yang bersifat asam. Serapan bahasa asing dari cyanide ini ditemukan oleh fisikawan Perancis bernama Gay-Lussac beberapa abad lalu.Senyawa berbentuk gas tanpa warna ini sangat beracun dan dengan kadar yang tinggi memiliki posibilitas untuk membunuh manusia dengan cepat.

Sianida dapat masuk ke dalam tubuh melalui dua cara, yaitu melalui pernapasan dan yang kedua melalui kontak langsung, mulut atau fisik. Sebagai racun, sianida dapat berasal dari beragam sumber seperti asap kebakaran atau dimasukkan ke dalam tubuh melalui bentuk serbuk atau pil.

Dalam artikel ilmiah yang ditulis oleh Dr. A.Jl. Attar berjudul “On The Feasibility of Poisoning with Cyanides and How To Prevent It,” disebutkan satu sendok teh sianida dapat membunuh hingga 12 laki-laki sekaligus. Sederhananya, sianida akan membuat perubahan sistem enzim yang membuat sistem tidak dapat berjalan sehingga energi dan oksigen gagal diproduksi.

Gagalnya produksi oksigen akan menyebabkan pernapasan terganggu. Fatalnya, bagian organ tubuh lain yang juga akan mengalami efek sianida meliputi jantung dan sistem syaraf. Hal ini menjelaskan mengapa orang yang terkena racun sianida akan kejang-kejang disertai kesulitan bernapas dan berujung pada gagal jantung.

Apa saja yang menjadi indikator seseorang mengalami gejala keracunan sianida? Ada beberap agejala awal yang muncul akibat kontaminasi sianida. Namun, dosis kecil sianida tentu akan menimbulkan gejala yang lebih ringan daripada yang terkena dosis tinggi.

Orang yang mengalami keracunan sianida dosis ringan biasanya hanya akan mengalami pusing, mual, muntah, napas mulai terengah-engah, jantung berdebar, dan badan lemas. Sedangkan, untuk orang yang mengalami keracunan sianida dosis tinggi akan mengalami gejala hingga pingsan, kejang, tekanan darah rendah, hingga akhirnya mengalami gagal jantung dan pernapasan.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika mengalami keracunan sianida? Sianida memang tidak terlihat dan sulit dideteksi. Namun, jika merasa terkontaminasi sianida berbentuk gas maka segera keluar dari ruangan tersebut. Apabila anda sudah merasa terpapar gas sianida, maka segera copot pakaian dan bilas badan dengan sabun secepat mungkin.

Jika terkontaminasi sianida berbentuk serbuk atau pil, maka hanya akan bisa dinetralisir oleh rumah sakit yang memang memiliki antidot dari sianida. Tentu saja, harus secepat mungkin dibawa ke rumah sakit karena keterlambatan penanganan akan menyebabkan korban mulai dari lumpuh hingga kematian.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved