Sorot

Dejan #TidakTakut

Pelatih baru Persib Bandung, Dejan Antonic, sepertinya menyuarakan hal sama.

Penulis: Giri | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR
Sugiri UA, Wartawan Tribun. 

AKSI teroris di Jalan MH Thamrin, Jakarta, menghadirkan banyak cerita. Baik itu penggalan- penggalan yang serius, bikin kesel, dan juga menghadirkan senyum bahkan tawa. Banyak meme-meme berseliweran di dunia maya hasil kreativitas para makhluknya.

Sebelum semuanya muncul, sosok Jamal menjadi yang pertama. Pria tua penjual sate ini langsung menjadi perbincangan hanya beberapa saat setelah aksi tembak-menembak antara aparat dengan teroris, Kamis (14/1).

Bagaimana tidak, pria 65 tahun dan sang istrinya, Cahyeni (40), itu tetap santai mengipas satenya di tengah suara darderdor dan ledakan bom.

Padahal titik gerobak satenya hanya sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Aksi Jamal berbeda dengan pedagang lain yang ada di tempat yang sama. Mereka memilih meninggalkan dagangan karena lebih sayang nyawa.

Bertahan bukan berarti tidak takut. Jamal beralasan, dia berada di jarak yang cukup jauh dari tempat polisi berusaha melumpuhkan lawan.

Selain itu, Jamal merasa kalau pergi juga harus bersama gerobaknya yang tak mungkin dia keluarkan karena lokasi sudah ramai dengan masyarakat yang ingin menyaksikan perang di siang bolong.

Aksi Jamal dan juga masyarakat lain yang menyaksikan proses melumpuhkan teroris dari jarak dekat bak saat syuting film, memunculkan hastag atau tanda pagar (tagar) #KamiTidakTakut.

Hal itu mengindikasikan aksi para penjahat yang dilakukan di jantung Ibu Kota, gagal.

Pelatih baru Persib Bandung, Dejan Antonic, sepertinya menyuarakan hal sama.

Dia merupakan pengganti Djadjang Nurdjaman yang diberangkatkan ke Italia untuk memperdalam ilmu kepelatihannya sejak 14 Januari lalu. Sosok Dejan diperkenalkan ke publik pada Kamis (20/1).

Berstatus pelatih asing dan mengganti Djadjang yang notabene pelatih lokal Jawa Barat, tugas Dejan tidaklah mudah.

Dia dituntut membuktikan diri bisa berprestasi lebih atau setidaknya menyamai catatan yang ditoreh Djadjang. Djadjang telah mengantar Persib menjadi kampiun Liga Super Indonesia (LSI) 2014, prestasi tertinggi yang ditunggu bobotoh 19 tahun.

Meski berhasil mengantar Pelita Bandung Raya (sekarang Persipasi Bandung Raya) hingga semifinal LSI 2014 dengan kekuatan "seadanya", bukan jaminan Dejan juga berprestasi bersama Persib.

Tapi dengan etos yang keras dan kemampuannya yang baik, Dejan punya tanda-tanda bakal memberikan yang dibutuhkan tim.

Dejan harus bisa membuktikan diri bukan berada dalam lingkaran pelatih impor yang gagal bersama Pangeran Biru.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved