Sorot

Kereta Cepat Saingi Pesawat

Tiga tahun pembangunan direncanakan akan selesai pada 2019.

DOKUMENTASI/TRIBUN JABAR
Ferri Amiril, Wartawan Tribun. 

GONG pembangunan kereta cepat akan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Presiden Jokowi di perkebunan Maswati, Panglejar, Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat.

Tiga tahun pembangunan direncanakan akan selesai pada 2019. Kereta cepat ini melewati empat stasiun di wilayah Halim Jakarta, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung Barat, dan terakhir rencananya di wilayah Tegalluar, Kabupaten Bandung.

Setelah didekatkan dengan tol Cipularang yang bisa ditempuh dalam waktu dua jam, jarak Jakarta-Bandung juga akan makin didekatkan lagi dengan kereta cepat yang diperkirakan bisa menempuh waktu hanya 30-37 menit.

Sebuah rencana yang tentunya akan menjadi alternatif pilihan bagi warga yang butuh waktu cepat menuju atau dari ibu kota.

Serangkaian persiapan pun dilakukan mulai dari perizinan, hingga pelaksana proyek. Masing-masing stasiun memiliki pelaksana proyek yang berbeda-beda.

Di Maswati, pelaksana proyek akan dilakukan oleh PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC). Pelaksanaan akan melibatkan tenaga ahli dari Cina dan puluhan ribu pekerja dalam pelaksanaannya.

Di kawasan Panglejar yang akrab disebut Ciwalini, empat BUMN yang tergabung dalam PT PSBI sudah memiliki rencana selain dibangun stasiun dan rel kereta, di kawasan tersebut juga akan dibangun kota Walini dengan bangunan penunjang lainnya seperti perumahan, taman, dan hal lainnya yang mengusung tema eco green.

Tempat tersebut sebagai penunjang stasiun meski belum dijelaskan secara detil konektivitas dengan angkutan lainnya jika berhenti di stasiun tersebut.

Bisa digambarkan jika stasiun ini nantinya akan digunakan dan secara geografis lebih dekat kepada warga Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cianjur, melihat dari titik perbatasan tiga wilayah.

Tidak menutup kemungkinan mereka yang berasal dari luar tiga wilayah bisa menggunakan stasiun ini.

Saat ini lokasi Maswati yang berada di Cipeundeuy-Cikalongwetan, jalan aksesnya masih kecil.

Lokasi ini bisa dituju dari arah jalan Cikalongwetan-Purwakarta, atau dari Cianjur-Bandung dengan menunju pertigaan Cipatat melalui tempat pengolahan sampah Sarimukti.

Lokasi jalan ini sebagian besar sudah dibeton. Hanya sekitar 4 kilometer mendekati lokasi perkebunan jalan masih terlihat rusak.

Dari sekian komentar yang muncul selama rencana pembangunan kereta cepat ini banyak pihak mempertanyakan konektivitas stasiun dengan angkutan lainnya setelah berada di Jakarta maupun Bandung.

Waktu tempuh yang semakin minim membuat pergerakan jumlah penumpang diprediksi juga akan bertambah dan menumpuk di stasiun-stasiun.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved