Sorot
Ngopi atau Mati
MENDENGAR kata ngopi, langsung terbayang banyak hal di dalam benak penulis.
Penulis: Dicky Fadiar Djuhud | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
MENDENGAR kata ngopi, langsung terbayang banyak hal di dalam benak penulis. Mungkin juga sidang pembaca sekalian.
Mulai dari acara ngopi-ngopi di teras rumah, kongko-kongko di mal atau kafe, atau ya menyeruput secangkir kopi di sebuah warung kopi di ujung jalan.
Banyak. Bahkan, belakangan di sela menyelesaikan pekerjaan keseharian pun buat sebagian orang, seakan menjadi kebiasaan pula harus ditemani secangkir kopi.
Ya, ngopi tidak saja sekadar gaya hidup, namun di kalangan masyarakat sudah menjadi suatu kebutuhan.
Budaya ngopi merupakan kebiasaan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
LIHAT JUGA:
* VIDEO: Ungkap Ledakan di Bawah Mobil TV One, Puslabfor Mabes Polri Didatangkan
* VIDEO: Masya Allah! Sebuah Adegan yang Sangat langka, Kelahiran Bayi Kuda Laut
Dan merupakan gaya hidup yang kerap kali dikonsumsi oleh berbagai kalangan baik, muda, tua, laki-laki maupun wanita.
Baik di desa maupun di kota, di perumahan maupun di perkampungan. Hampir di sela sela aktivitas, kopi menjadi minuman yang 'wajib'.
Ngopi adalah istilah yang sering digunakan masyarakat saat sedang santai sambil menikmati makanan ringan.
Namun istilah ngopi ini juga bisa diartikan sebagai suatu kegiatan 'minum secangkir kopi'.
Kebiasaan minum kopi di negeri ini rupanya sudah menjadi budaya turun-temurun karena dari kalangan tua hingga muda saat ini banyak yang menyukainya dan bahkan menjadikannya sebuah hobi.
Agar tidak terkesan kuno dan kolot kini hampir di setiap kafe maupun tempat nongkrong anak muda lainnya khususnya di Kota Bandung banyak menyediakan berbagai jenis minuman yang berbahan dasar kopi.
Minuman yang satu ini boleh dibilang legendaris karena peminatnya tidak pandang zaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dicky-fadiar-djuhud-wartawan-tribun-ngopi_20160112_082242.jpg)