Sabtu, 25 April 2026

Latihan Salah Saat Fitnes Bisa Bikin Tubuh Jadi Pendek

Saat ini semakin banyak remaja yang peduli terhadap penampilan dan kesehatan tubuh mereka

analisadaily.com
Remaja fitnes/ilustrasi 

Saat ini semakin banyak remaja yang peduli terhadap penampilan dan kesehatan tubuh mereka. Bahkan, para remaja sekarang pun sudah mulai berolahraga di tempat gym, yang sebagian besar dilakukan bukan atas desakan ataupun arahan orang tua mereka melainkan karena keinginan mereka sendiri. Seperti yang rutin dilakukan oleh Revika (17) dan Denitha (17) setiap minggunya.

Siswi salah satu SMA di Cimahi ini menjelaskan bahwa olahraga yang ia lakukan bukanlah bertujuan untuk mengurangi berat badan, namun merupakan upaya mereka untuk menjaga kebugaran tubuh. “Kita rutin fitness, tapi ini lebih buat ngebiasain olahraga dan buat jaga kesehatan badan aja sih bukan dalam rangka diet,” tutur Revika.

Selain itu, semakin banyak tempat fitness yang memberikan potongan harga bagi para remaja yang bergabung di pusat kebugarannya. Hal ini tentu saja memancing para remaja untuk bergabung menjadi anggota, “Ya apalagi sekarang kan kalau jadi anggota banyak potongan harga-nya ya, terus banyak keuntungan lain yang ditawarin. Makanya akhirnya kita mutusin buat gabung,” lanjutnya.

Namun menurut pakar kesehatan, praktek gym yang dilakukan oleh remaja memiliki dampak negatif bagi tubuh. Hal ini dikarenakan remaja biasanya sedang berada dalam masa pertumbuhan sehingga tubuh mereka masih bisa berkembang. Dilansir dari lifestyle.analisadaily.com, menurut Divya Himatsinghka, pakar kesehatan yang juga pemilik pusat kebugaran, anak-anak memang diharuskan berolahraga namun latihan yang salah dapat merusak bobot tulang mereka.

“Latihan yang terlalu berat dapat menghambat pertumbuhan tinggi badan mereka karena struktur tulang yang masih rapuh dan lentur. Singkatnya, remaja yang berolahraga terlalu keras di pusat kebugaran (gym/fitness center) berisiko mengalami pemendekan tubuh atau perawakan pendek,” terangnya.

Salah satu aktifitas di tempat gym yang paling berbahaya bagi tubuh remaja adalah angkat beban. Akifitas angkat beban memberi tekanan pada tubuh, sehingga dapat menyebabkan mereka menjadi terlihat pendek atau tidak mencapai tinggi badan yang optimal. Latihan yang terlalu berat juga dapat menyebabkan hilangnya massa otot karena remaja belum memiliki banyak protein di tubuhnya. Oleh karena itu, disarankan agar remaja berkonsentrasi pada aktivitas fisik dengan melakukan latihan bodyweight, daripada melakukan latihan ekstrem di gym.

Bahaya ini seringnya tidak disadari oleh para remaja, “Kalau masalah bahaya atau engga, gak tau sih. Tapi kan ini olahraga, masa olahraga malah jadi bahaya buat badan sih,” bantah Denitha. Padahal kasus pemendekan di kalangan remaja pria usia siswa SMP dan SMA akibat nge-gym berlebih mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Pemendekan ini terjadi dikarenakan remaja yang notabenenya sedang dalam masa pertumbuhan tidak mendapatkan asupan gizi yang seimbang. Di samping itu, angkat beban berlebih turut menjadi penyebab pemendekan tubuh. Idealnya, usia yang cocok bagi perempuan untuk melakukan latihan di gym yakni dengan usia 20 tahun. Sedangkan bagi laki-laki, dapat bergabung melakukan latihan di gym saat mereka berumur 22 tahun. Sebab pada usia-usia tersebut mereka telah mencapai puncak pertumbuhan yang optimal. (tj3)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved