Sorot

Presiden Butuh Hiburan

SEBAGIAN masyarakat memahami Presiden Jokowi mengundang para komedian dan komika stand up comedy.

Penulis: Darajat Arianto | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
dok. pribadi / facebook

Oleh Darajat Arianto
   Wartawan Tribun


BISA dibayangkan seberapa banyak dan beratnya pekerjaan seorang presiden.

Apalagi Presiden RI yang harus mengurus 250 juta rakyat Indonesia, tentu bukan pekerjaan sepele.

Padahal waktu yang dimiliki presiden sama dengan kita, 24 jam dalam sehari.

Nyaris tak ada waktu santai apalagi untuk berlibur bagi seorang presiden dan juga wakil presiden.

Untuk itulah, sebagian masyarakat memahami Presiden Jokowi mengundang para komedian dan komika stand up comedy.

Mereka diundang berturut-turut pada Rabu (16/12/2015) dan Kamis (17/12/2015) ke Istana Negara, Jakarta.

Wartawan Tribunnews menggambarkan suasana yang santai dan penuh tawa. Jokowi bisa tertawa lepas seperti tanpa beban mendengar cerita lucu para komedian.

Bahkan Presiden pun ngakak sambil sesekali menutupi wajah dengan serbet putih di depannya.

Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki yang mendampingi Presiden mengatakan bahwa mereka harus dapat melucu.

"Kalau berbicara serius, saya bubarkan," ucap Teten.

Hiburan seperti yang dilakukan Presiden ini menjadi hal yang wajar sebagai kebutuhan seorang manusia.

Namun menurut pengamat, seharusnya Presiden memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan tidak perlu ketawa-ketiwi dengan komedian.

Presiden seharusnya memikirkan kebijakan-kebijakan strategis untuk kepentingan masyarakat.

Namun begitulah, manusia tak bisa lepas dari hiburan. Nuansa hiburan diperlukan untuk menyegarkan kondisi fisik dan psikis.

Bahkan hiburan disinyalir dapat memberi inspirasi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved