Coffee Break
Nikita
SEBAGAI nama Rusia, Nikita bisa laki-laki bisa pula perempuan. Sebagai laki-laki, nama Nikita bermakna "tak tertaklukkan".
Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Hermawan Aksan
SEBAGAI nama Rusia, Nikita bisa laki-laki bisa pula perempuan. Sebagai laki-laki, nama Nikita bermakna "tak tertaklukkan". Sebagai perempuan, ia bermakna "penakluk".
Laki-laki bernama Nikita yang paling terkenal tentu saja Nikita Sergeyevich Khrushchev, Perdana Menteri Uni Soviet periode 1958 hingga 1964.
Seperti umumnya pemimpin Soviet, Nikita Khrushchev memang seakan-akan "tak tertaklukkan", bahkan oleh seteru besarnya, John F. Kennedy, presiden Amerika Serikat. Ia memelopori berdirinya Pakta Warsawa pada 1955, sebagai tandingan NATO pimpinan Amerika. Setahun kemudian, militer Soviet mengintervensi Hongaria. Pada tahun itu juga ia mendukung Mesir selama Krisis Terusan Suez. Pada masanya, hubungan Cina-Soviet retak karena ia bernegosiasi dengan negara-negara barat dan menolak menolong program angkasa Cina. Di sisi lain, ia memulai program angkasa Soviet, yang berhasil mengirim satelit Sputnik dan kosmonot Yuri Gagarin ke luar angkasa—program yang membuat Soviet berada di depan Amerika. Dalam politik luar negeri, ia menyetujui pembangunan Tembok Berlin pada 1961 dan menempatkan rudal-rudal nuklir di Kuba sehingga memicu Krisis Rudal Kuba pada 1962.
O, ya, Nikita Khrushchev sangat akrab dengan Soekarno. Pada masa itu, persenjataan negara kita sebagian besar berasal dari Soviet. Khrushchev pernah berkunjung ke Indonesia dan ketika ia tiba, dari Bandara Kemayoran hingga Istana Merdeka, yang jaraknya hampir 10 km, lautan manusia mengelu-elukannya di kiri-kanan jalan.
Nikita Khrushchev hanya "takluk" oleh Leonid Brezhnev, penggantinya sebagai pemimpin Uni Soviet.
Nikita sebagai "penakluk" mungkin sebagian bisa tergambar melalui film berjudul La Femme Nikita. Film produksi tahun 1990 ini mengisahkan seorang junkie (pecandu narkoba) bernama Nikita, yang diperankan Anne Parillaud, yang ditangkap saat terjadi pencurian di apotek karena menembak seorang polisi. Ia kemudian dipenjara. Namun, seorang petugas intelijen Prancis memberinya alternatif agar bebas dari eksekusi dengan menjadi agen rahasia negara. Nikita setuju dan kemudian dia dilatih dan diajari banyak hal serta diberi identitas baru. Nikita berubah dari seorang pecandu narkoba menjadi pembunuh profesional. Ia pun menaklukkan sejumlah sasaran.
Meski namanya bukan Nikita, Suzanna pernah bermain dalam film Dia Sang Penakluk. Ia berperan sebagai Yessi, yang sangat senang jika pria yang menginginkannya bertekuk lutut di hadapannya. Sikapnya itu membuat banyak orang sakit hati kepadanya. Tetapi ia juga sakit hati karena pacar yang dicintainya justru berkhianat.
Beberapa tahun sebelumnya ada film berjudul Gadis Penakluk, yang diadaptasi dari novel Cinta Seorang Penakluk karya Bung Smas. Film ini dibintangi antara lain oleh Adi Kurdi dan Merlyna Husein. Agnes (Merlyna Husein) adalah gadis yang tampak bagai tanpa kendali. Ayahnya jarang di rumah, sedangkan ibu tirinya tak berani mengusik tingkah laku Agnes. Di sekolah pun ia berani menghadapi guru yang dianggapnya tak baik. Wing Ganda (Adi Kurdi), seorang guru muda, mencoba memahami Agnes dan menyalurkan keahliannya. Seorang pemuda lain yang berusaha mendekati Agnes malah dipermainkannya.
Kembali ke nama Nikita, di negeri ini mungkin tidak ada laki-laki bernama Nikita. Seperti di Yunani, di Indonesia nama Nikita umumnya dipakai oleh perempuan. Di kalangan artis, setidaknya ada dua perempuan bernama Nikita: Nikita Willy dan Nikita Mirzani. Nikita Willy adalah artis berusia 21 tahun yang sudah membintangi puluhan sinetron dan film televisi. Salah satunya berjudul Nikita, sinetron drama yang merupakan adaptasi dari salah satu serial televisi terkenal di Jepang, Tokyo Love Story dan Tokyo University Story.
Nikita Mirzani membintangi belasan film yang sebagian besar film horor. Namun namanya lebih populer di luar profesinya. Beberapa hari terakhir namanya menjadi buah bibir setelah ia digerebek polisi karena diduga terlibat dalam prostitusi online. Ia dikabarkan sukses menaklukkan orang-orang berduit: cukup tiga jam saja enam puluh lima juta.
Eh, ngomong-ngomong, kenapa ia ditangkap? Kalau memang ia digerebek karena terlibat dalam prostitusi, atau kasarnya pelacur, apa urusannya? Bukankah pelacur merupakan profesi yang dilegalkan di negeri ini? Kalaupun mau, gerebeklah itu para anggota DPR yang juga kerap melacurkan diri mereka, baik dalam arti kiasan maupun sebenarnya.
Banyak yang bilang kasus Nikita Mirzani hanyalah pengalihan isu dari kasus besar yang sedang heboh. Benarkah? Anggapan pengalihan isu bukan hal aneh karena sudah muncul sejak era Soeharto. Tidak adakah kemungkinan lain? Sherlock Holmes bilang, ketika menyelidiki sebuah kasus, kita harus mempertimbangkan kemungkinan lain meskipun fakta-fakta menggiring kita pada satu kesimpulan.
Sayang ini bukan negeri Sherlock Holmes. Ini negeri Nikita Mirzani. (*)