Sorot

Saskia Mengetuk Hati Kita

BERITA duka itu datang dari Baleendah, Kabupaten Bandung.

Penulis: Deni Ahmad Fajar | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUN JABAR
Deni Ahmad Fajar, Wartawan Tribun. 

BERITA duka itu datang dari Baleendah, Kabupaten Bandung.

Saskia Bunga Melati, bayi berusia 2 bulan yang menderita gizi buruk, meninggal dunia, Minggu (8/11/2015).

Saskia meninggal setelah kondisinya menurun drastis pada Sabtu (7/11/2015).

Dokter yang merawat Saskia di RS Al Ihsan, Baleendah, memasang alat bantu pernapasan.

Namun ibunda Saskia, Nurjanah, meminta alat bantu tersebut dilepas karena yakin buah hatinya telah meninggal.

Saskia kini sudah meninggalkan ketika semua, meninggalkan orang-orang yang mencintai dan mengasihinya. Namun berita duka dan nasib tragis yang menimpa warga Kampung Cembul, Desa Rancamanyar, Baleendah, tersebut tidak ikut terkubur.

Bupati Bandung Dadang Naser pun berduka sekaligus kaget ada warganya yang menderita gizi buruk dan akhirnya meninggal dunia.

Dadang kaget, karena menurut dia, warga Kabupaten Bandung seperti Saskia, memiliki surat keterangan tidak mampu (SKTM) sehingga tidak mengalami hambatan ketika berobat dan membutuhkan perawatan.

Dadang bahkan mengatakan Pemkab Bandung menganggarkan puluhan miliar rupiah untuk pembiayaan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan dan SKTM.

Menurut Dadang, seharusnya tidak ada lagi warga (Kabupaten Bandung) yang tidak bisa mendapat layanan kesehatan.

Pada titik ini kita semua setuju dengan apa yang dikatakan orang nomor satu di Kabupaten Bandung tersebut.

Kita semua setuju seharusnya pelayanan kesehatan bisa dinikmati semua warga (tanpa terkecuali), apalagi pemerintah telah menyediakan berbagai program agar penduduk Indonesia bisa menikmati layanan kesehatan, pendidikan, dan lainnya.

Namun kasus Saskia menyadarkan kita semua bahwa banyak program pemerintah yang jauh panggang dari api.

Banyak program pemerintah yang tidak berjalan mulus di tingkat paling bawah, sehingga banyak pula warga yang bernasib tragis seperti Saskia.
Bahkan di ibu kota sekalipun, seperti yang dilaporkan Kompas.com (9/11/2015), seorang anak warga Cilincing meninggal akibat menderita gizi buruk.

Bila di Jakarta dan di Kabupaten Bandung yang dekat dengan ibu kota saja masih ditemukan warga menderita gizi buruk, bagaimana pula nasib saudara-saudara kita di daerah terpencil.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved