Sorot

Emosi Rossi

Petisi itu baru dibuat tiga hari setelah insiden di gelaran MotoGP Sirkuit Sepang Malaysia.

TRIBUN JABAR
Ferri Amiril Mukminin, Wartawan Tribun 

HINGGA Rabu (28/10) siang, dukungan dalam bentuk petisi untuk mencabut hukuman point penalty yang diberikan kepada Valentino Rossi hampir mencapai 450 ribu. Petisi itu baru dibuat tiga hari setelah insiden di gelaran MotoGP Sirkuit Sepang Malaysia.

Tak menutup kemungkinan, dukungan mencabut hukuman bagi Rossi, yang ditujukan untuk Race Director Mike Webb, akan bertambah banyak sampai pelaksanaan final round di Sirkuit Valencia Spanyol, yang akan digelar pada 8 November.

Petisi itu telah diterjemahkan ke berbagai macam bahasa termasuk Bahasa Indonesia. Pendukung Rossi di tanah air pun menuliskan beragam alasan bahwa Vale sapaan akrab Rossi, tidak seharusnya mengawali start paling akhir di Valencia nanti.

Mereka banyak yang menyayangkan keputusan itu diambil tanpa memperhatikan aspek-aspek pendukung lain yang menyebabkan insiden tersebut terjadi.

Banyak yang berpendapat bahwa Marc Marquez yang terlebih dahulu memancing emosi sehingga terjadi reflek dari lutut Rossi, saat Marquez sedikit menempelkan bagian badannya di lutut Rossi.

Dalam video tayangan ulang yang sedikit diberi efek slow motion memang terlihat kedua pembalap ini beberapa kali berada dalam posisi yang sangat dekat dan hampir bersentuhan di trek balapan dengan kecepatan rendah, hingga akhirnya bersentuhan dan terjadi insiden. Beruntung tidak ada yang terluka serius dalam insiden itu.

Aksi dua pembalap pada Minggu (25/10) ini telah menyedot perhatian dunia. Tak hanya pencinta otomotif saja, dari area lapangan sepak bola pun banyak yang mengomentari insiden itu melalui akun media sosial masing-masing.

Ada yang bersikap menyindir, mencibir, memaki, ada juga yang bersikap diplomatis, mencoba netral berkaca dari sisi kesalahan yang dilakukan keduanya.

Bagi fans Rossi, tentu akan berusaha agar idolanya tersebut bisa tampil di laga penentu dengan start sesuai hasil babak kualifikasi.

Seri pamungkas di Sirkuit Valencia pada 8 November 2015 diprediksi akan memunculkan atmosfer luar biasa dalam persaingan juara.

Akan menjadi sangat menarik melihat perkembangan kabar terakhir dalam beberapa hari ke depan sebelum digelarnya final round.

Setelah langsung diwawancarai seusai balapan, ketiga pembalap yang naik podium di Sepang, belum mengeluarkan pernyataannya lagi. Saat itu Rossi hanya membantah dirinya bersalah melakukan tendangan dengan sengaja.

Sikap Rossi mengenai hukuman point penalty pun belum terlihat melakukan perlawanan. Pendukungnya yang banyak membanjiri media online dengan beragam komentar dan pernyataan agar hukuman tersebut dicabut.

Sudah dinyatakan salah oleh Race Director, apapun pembelaan yang dikemukakan mungkin akan mencederai citra juara dunia sembilan kali yang disandangnya.

Namun dibalik hukuman itu, rasa cinta yang dimiliki pendukungnya berusaha keras untuk memperbaiki citra Rossi tanpa sepengetahuan Rossi. Mungkin pendukung berkata Rossi juga manusia, tak selalu sempurna meski dia identik dengan juara dunia MotoGP.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved