Sorot
Mundur, Lengser, Pensiun, dan Jiwa Besar
PETINJU Amerika Serikat Floyd Mayweather Jr menyatakan pensiun dari dunia tinju yang telah membesarkan namanya.
Penulis: Deni Ahmad Fajar | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
SETELAH menang mutlak atas Andre Berto pada tarung yang digelar di MGM Grand Arena, Las Vegas, Minggu (13/9/2015), petinju Amerika Serikat Floyd Mayweather Jr menyatakan pensiun dari dunia tinju yang telah membesarkan namanya.
Setelah mengalahkan Berto, Mayweather mencatat 49 kemenangan dari semua tarung profesional yang dilakoninya. Dari 49 tarung itu, Mayweather mencatat 26 KO.
Berkat kemenangan atas Berto, Mayweather menyamai rekor petinju dunia kelas berat legendaris, Rocky Marciano.
Marciano dan Mayweather mencatat 49 kali menang tanpa terkalahkan sepanjang kariernya.
Memilih mundur, lengser, pensiun, atau apalah namanya, setelah mencatat kemenangan tidak hanya dilakukan Mayweather.
Sehari sebelumnya, Sabtu (12/9), petenis putri Italia Flavia Pennetta juga menyatakan gantung raket seusai meraih gelar Grand Slam pertamanya di Amerika Terbuka.
Pennetta menjadi juara di US Open setelah menumbangkan rekan senegaranya, Roberta Vinci.
Robert Vinci merebut tiket final setelah membuat kejutan besar dengan menumbangkan petenis unggulan pertama asal Amerika Serikat, Serena Williams.
"Saya membuat keputusan besar dalam hidup saya. Inilah jalan terbaik saya mengucapkan selamat tinggal kepada tenis," kata Penneta.
Sejarah akan mencatat keputusan Mayweather dan Pennetta, bukan sekadar kejutan besar dari arena olahraga tapi juga sebagai sikap dan jiwa besar keduanya yang berani mundur, lengser, pensiun atau apalah namanya, ketika sedang menikmati keberhasilan dan kejayaan.
Tapi tunggu dulu, jangan-jangan pernyataan mundur Mayweather dan Pennetta hanya sekadar gincu yang penuh tipu.
Pasalnya olahragawan sekelas Mayweather dan Penneta yang kini tercatat sebagai juara US Open, dikepung oleh banyak kepentingan, mulai dari kepentingan ekonomis hingga kepentingan politis.
Tidak mustahil sesumbar Mayweather pensiun sekadar jebakan agar ada yang berani membayar mahal untuk pada suatu saat dia menyatakan come back untuk sebuah pertarungan dengan predikat paling heboh di kolong langit.
Hal sama bukan tidak mungkin terjadi pada Pennetta.
Namun bila apa yang dilakukan Mayweather dan Pennetta benar-benar murni tanpa ditempeli berbagai alasan termasuk alasan yang berbau ekonomis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/deni-ahmad-fajar_20150615_151507.jpg)