Tribun Health
5 Fakta Fantastis Tentang Bercinta
Umumnya saat bercinta, pasangan suami istri mengharapkan mencapai titik klimaks
Penulis: Dicky Fadiar Djuhud | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUNJABAR.CO.ID -- Umumnya saat bercinta, pasangan suami istri mengharapkan mencapai titik klimaks di mana masing-masing pasangan sukses memperoleh kepuasan bercinta.
Nah, sekarang pertanyaannya, apa saja sih yang memengaruhi kualitas orgasme?
Menurut terapis seks, Ava Cadell PhD, ada beberapa hal yang memengaruhi keberhasilan Anda dan pasangan dalam mencapai puncak kenikmatan.
Di bawah ini ada 5 fakta fantastis tentang bercinta, yaitu:
1. Tidak seharusnya bercinta di 7 tempat ini. Beberapa pasangan memiliki tempat favorit untuk berhubungan seks.
Di tangga, kursi belakang mobil, bahkan mungkin tempat umum.
Tapi, hubungan seks tidak harus terjadi di beberapa tempat. Ada beberapa tempat yang tidak seharusnya untuk berhubungan seks. (selengkapnya baca di sini)
2. Rajin bercinta miliki penghasilan tinggi. Sebuah penelitian terbaru melaporkan temuan yang fantastis.
Studi dari Anglia Ruskin University di Inggris mengatakan bahwa mereka yang bercinta sebanyak dua hingga tiga kali dalam satu pekan, memiliki penghasilan 4,5 persen lebih tinggi ketimbang mereka yang bercinta hanya satu kali dalam sepekan.
Studi yang melibatkan 7.500 responden ini, menyimpulkan bahwa ada korelasi nyata antara kuantitas bercinta dengan angka penghasilan. Selain kuantitas bercinta, studi melaporkan bahwa kualitas bercinta sangat mempengaruhi semangat seseorang dalam bekerja. (selengkapnya, baca di sini)
3. Seks sebabkan hilang ingatan. Seorang wanita berusia 59 tahun asal Washington, tiba-tiba merasa kebingungan tanpa sebab dan tidak bisa mengingat apapun.
Setelah dibawa suaminya ke rumah sakit, ternyata wanita tersebut didiagnosis terkena penyakit Transient Global Amnesia (TGA) dan penyebabnya adalah seks.
Dikutip dari wikipedia, TGA merupakan penyakit hilang ingatan atau amnesia yang salah satu faktornya dipicu oleh hubungan seks.
Penyakit ini tidak menunjukkan gejala apapun.
Namun gejala TGA biasanya muncul setelah melakukan aktivitas berat, seperti berhubungan seks, olahraga berlebih, membenamkan diri langsung dalam air dingin atau panas, melakukan pekerjaan berat atau bahkan mengguncangkan kepala.
TGA memang termasuk penyakit langka, tapi sering terjadi pada pasangan tua. (selengkpnya baca di sini)
4. Bercintalah di Hari Sabtu pukul 19.37. Penelitian yang dilakukan oleh situs Lovehoney menemukan bahwa 44 persen pasangan setuju memilih hari Sabtu, tepatnya pukul 19.37 sebagai waktu terbaik untuk bercinta.
Sementara hari Minggu berada di posisi kedua dan Jumat di posisi ketiga sebagai hari terbaik bercinta.
Survei juga menemukan adanya perbedaan waktu saat bercinta dengan waktu saat pasangan merasa terangsang. (selengkapnya baca di sini)
5. Waktu terbaik bercinta. Glen Rowan, seksolog dari Sowetan di Afrika Selatan mengatakan, pagi hari merupakan waktu terbaik untuk berhubungan seks.
Pasalnya, ereksi umumnya lebih mudah dilakukan pada pagi hari sehingga rangsangan kecil saja sudah mampu membuat ereksi.
Sejumlah manfaat lain yang dapat dipetik dari bercinta pada pagi hari, antara lain meningkatkan imunitas.
Produksi antibodi yang melindungi dari infeksi (imunoglobulin A/IgA) meningkat selama bercinta pada pagi hari.
Saat beraktivitas seksual, antibodi IgA ditemukan di kelenjar mukosa kelamin wanita yang membuat batasan untuk mencegah transmisi infeksi penyakit. (selengkanya baca di sini). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bercinta-illustrasi_20150906_173841.jpg)