Sorot
PSSI dan Kemenpora, Kapan Akur?
DI mana ujung perseteruan PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)?
Penulis: Giri | Editor: Dedy Herdiana
DI mana ujung perseteruan PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)? Saat semua sudah gerah dengan kondisi, kedua institusi yang mengerucut pada personal Ketua PSSI La Nyalla Mattalitti dan Menpora Imam Nahrawi masih saling unjuk kekuatan.
Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang memenangkan gugatan PSSI terhadap Imam berdasarkan putusan majelis hakim yang diketuai Ujang Abdullah, Selasa (14/7), tak membuat semuanya berakhir.
Satu di antara poin penting putusan majelis hakim adalah La Nyalla dinyatakan sah sebagai Ketua Umum PSSI. Secara keseluruhan, majelis hakim memutuskan untuk mengabulkan dan memenangkan gugatan PSSI atas Surat Keputusan Menpora Nomor 01307 per 17 April 2015 soal pembekuan PSSI.
Namun itu belum membuat semuanya membaik karena pihak Imam mengajukan banding. Meski kasus hukum belum sepenuhnya selesai, PSSI sudah membuat beberapa wacana untuk menggulirkan kompetisi.
Berdasarkan hasil rapat Komisi Eksekutif PSSI, Liga Super Indonesia (LSI) akan digulirkan lagi pada minggu ketiga Oktober nanti. Rencana itu memantik bara baru. Imam yang belum merasa kalah seakan kebakaran jenggot dan akan melakukan langkah lebih tegas jika PSSI tetap membandel.
Perseteruan PSSI dengan Kemenpora yang tak berujung seakan memuakkan semua pihak yang terlibat langsung maupun hanya penikmat laga-laga yang selalu tersaji sebelum Imam mencoba bertanggung jawab jika FIFA menjatuhkan sanksi.
Meski, bentuk tanggung jawab yang kumandangkan belum nyata hingga kini, setelah dua bulan lebih FIFA tak mengakui PSSI akibat intervensi pemerintah.
Benang kusut tak akan sepenuhnya terurai dalam waktu dekat melihat fakta yang tersaji. Putusan PTUN yang memenangkan PSSI bisa saja hanya hiburan sesaat.
Begitu juga beberapa rekomendasi hasil rapat Komite Eksekutif PSSI hanya pepesan kosong seandainya Imam memenangkan banding nanti.
Tapi, siapapun yang keluar jadi pemenang, dunia sepak bola Tanah Air seharusnya tidak menjadi korban. Banyak orang mencari makan secara baik-baik di sana dan bahkan menggantungkan diri serta keluarga dari kepiawaian mengolah si kulit bundar.
Memang, vakumnya kompetisi tak membunuh mereka yang mencari hidup di dalamnya, tapi sedikit banyak mengubah kehidupan.
Di luar perseteruan PSSI dan Menpora, Persib Bandung mencoba menggeliat lagi setelah dua bulan memilih meminggir dengan membubarkan tim.
Pemain sudah dikumpulkan sejak 3 Agustus karena akan melawan Arema Cronus pada 11 Agustus dan turun di Piala Presiden.
Atep Rizal menganggap langkah manajemen dan pemain ini cenderung spekulatif. Walau begitu, di sana tetap ada harapan setelah turun di Piala Presiden, LSI 2015/16 benar-benar bergulir.
Harapan Atep mungkin sama dengan pemain lainnya, kompetisi ada lagi yang berarti di sanalah ujung pertengkaran antara PSSI dengan Kemenpora yang selalu mendapat cibiran adu kekuatan La Nyalla dengan Imam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sugiri-ua-baru-lagi_20150629_092819.jpg)