Sorot

Jalur Mudik

ADA saja kerusakan yang membuat perjalanan tersendat.

Penulis: Giri | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUN JABAR
Sugiri UA, Wartawan Tribun. 

ADA satu pertanyaan kecil setiap akan datang musim mudik: mengapa jalan yang akan dilalui
pemudik selalu bermasalah? Ada saja kerusakan yang membuat perjalanan tersendat. Selalu seperti itu.

Bukan itu saja, pekerjaan untuk memperbaiki kerusakan menjadi masalah lain sehingga kemacetan terjadi di mana-mana. Pertanyaan lanjutan, kenapa pengerjaannya tak dijadwalkan jauh-jauh hari agar mereka yang akan merayakan Lebaran dengan orang-orang tercinta menjadi nyaman saat perjalanan?

Dari dulu, jalur pantai utara (pantura) menjadi berita yang tak pernah selesai. Setiap menjelang mudik, selalu saja ada perbaikan. Seakan-akan jalur ini menjadi proyek yang harus ada setiap tahun.

Diperbaiki di satu titik, rusak di titik lain. Sehingga, kemacetan selalu terjadi ketika jumlah kendaraan yang melewatinya lebih banyak menjelang Lebaran.

Di Sumatera, kondisi yang sama juga selalu terjadi. Menjelang musim mudik 2015, di Jalan Lintas Timur ditemukan banyak lubang besar di badan jalan. Di banyak titik pun terdapat perbaikan pada bagian bahunya, yang bisa mengganggu arus mudik.

Padahal jalur itu akan super sibuk menampung para perantau, baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Jika tak diperbaiki secepatnya, bukan tak mungkin akan mengakibatkan kecelakaan yang bisa saja merenggut korban jiwa.

Tidak adakah usaha pemerintah untuk mengubah kebiasaan yang itu-itu saja sejak dulu? Pasalnya, masalah itu muncul setiap tahun meski Lebaran sudah ditentukan waktunya jauh-jauh hari.

Untuk itu, pemerintah harusnya selalu memetakan kerusakan setiap waktu sehingga masalah tak menumpuk. Bukan hanya jalur utama yang sering deadlock, jalur alternatif juga harus disiapkan sebaik mungkin.

Selain kondisi jalan yang diperbaiki, rambu-rambu lalu lintas menjadi item penting karena banyak pemudik yang tak hafal jalan. Apalagi yang berkaitan dengan jalur alternatif. Penunjuk arah menjadi andalan agar tak tersasar yang berujung molornya waktu sampai ke tempat tujuan.

Yang tak kalah penting dari laiknya kondisi jalan dan segala perniknya, pemudik juga memerlukan keamanan di perjalanan. Banyak orang yang senang dengan penderitaan orang lain. Apalagi pemudik identik dengan pulang kampung membawa harta setidaknya bekal selama di kampung halaman.

Untuk itu, aparat keamanan harus memastikan tak ada indikasi kriminalitas di jalan maupun di terminal-terminal. Pasalnya, selama ini ada beberapa titik jalan yang terkenal rawan dengan tidak pidana.

Lebih utama dari semua, pemudik harus menyiapkan diri sebaik mungkin untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk sepanjang perjalanan. Selain perbekalan, juga perlu mental yang kuat.

Untuk yang memakai kendaraan pribadi, menaati rambu-rambu lalu lintas dan selalu bersikap waspada merupakan langkah yang wajib dijaga. Bukan hanya jalan rusak yang bisa membuat celaka.

Lihat saja Tol Cikopo-Palimanan yang baru saja diresmikan. Meski bagus, beberapa kecelakaan sudah terjadi dan merenggut korban jiwa.

Sebab, mudik adalah untuk mendapat senyum yang lebih lebar saat bertemu dengan orang-orang tercinta, bukan air mata. (Sugiri UA)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved