Sorot
Pasar Tradisional dan MEA
DULU masyarakat hanya mengenal satu jenis pasar barang yakni pasar tradisional.
Penulis: Januar Pribadi Hamel | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
PASAR adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual. Segala transaksi barang dan jasa bisa terjadi di sini. Pasar terdiri dari berbagai macam, ada pasar barang, tenaga kerja, uang, modal, dan lain-lain.
Pasar yang dikenal secara umum oleh masyarakat adalah pasar yang biasa terlihat di kota-kota. Pasar tersebut merupakan pasar barang, pasar yang mempertemukan permintaan dan penawaran akan barang.
Dulu masyarakat hanya mengenal satu jenis pasar barang yakni pasar tradisional. Namun sekarang bermunculan istilah pasar baru seperti pasar swalayan, pasar modern, mini market, super market, dan lain sebagainya.
Pasar tradisional yang lahir duluan ternyata nasibnya tidak sebaik pasar-pasar yang lahir belakangan. Pasar ini semakin terseret oleh keengganan masyarakat untuk berbelanja ke sana.
Sepertinya masyarakat lebih memilih pasar yang relatif bersih dan nyaman untuk berbelanja.
Bukan rahasia lagi kalau kondisi pasar tradisional membutuhkan perbaikan secepatnya. Infrastruktur di pasar-pasar tersebut banyak yang tidak memadai. Ambil contoh jalan yang digunakan. Aspalnya mengelupas. Debu berterbangan kala kemarau, becek kala hujan.
Yang mengenaskan adalah tempat sampah yang tak jelas letaknya. Orang bisa buang sampah seenaknya. Akibatnya sampah berserakan. Sementara tempat sampah tidak mampu menampung volume sampah yang menumpuk.
Belum lagi arus lalu lintas yang menjadi langganan kemacetan. Parkir yang sembarangan. Bongkar muat barang sembarangan. Pedagang yang meluber ke bahu jalan membuat arus jalan tersendat. Arus lalu lintas di kawasan pasar identik dengan kemacetan.
Kondisi pasar yang seharusnya memberi kenyamanan pada pembeli dan pedagangnya jauh panggang dari api. Padahal untuk memulihkan kepercayaan pembeli berbondong-bondong kembali ke pasar tradisional adalah merevitalisasi pasar-pasar tersebut.
Revitalisasi mutlak harus dilakukan. Apalagi perjanjian Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tidak bisa mundur lagi. Itu berarti pasar nasional bakal semakin terbuka.
Produk-produk impor tidak bisa ditahan lagi akan membanjiri pasar lokal. Sudah pasti imbasnya akan terasa pada pasar tradisional.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung akan merevitalisasi Pasar Banjaran dan Soreang. Menurut Bupati Dadang Naser sudah ada investor yang berminat untuk merevitalisasi kedua pasar tersebut. Namun Dadang belum bisa menyebutkan investornya.
"Pedagang jangan halangi. Katanya mau tertib, mau indah. Tapi kita dikritik habis saat akan merevitalisasi pasar," kata Dadang seperti dikutip Tribun Jabar, Rabu (18/2/2015).
Revitalisasi pasar di Kabupaten Bandung memang sudah seharusnya dilakukan secara menyeluruh.
Pasar lain seperti Pasar Baleendah membutuhkan revitalisasi juga. Tengok saja Pasar Baleendah sekarang, sampah berserakan, dan jalannya tidak rata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/redaktur-pelaksana-januar-pribadi-hamel_20150610_132346.jpg)