Sorot
Sepak Bola Indonesia Tutup Buku
KEPUTUSAN PSSI yang membuat sepak bola Indonesia terjerumus ke dalam sumur tanpa dasa
Penulis: Deni Ahmad Fajar | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
SEPAK Bola Indonesia benar-benar tutup buku. Kenyataan pahit ini didapat setelah PSSI secara resmi menghentikan seluruh kompetisi sepak bola di Indonesia.
Keputusan mengejutkan sekaligus nekat PSSI ini diambil setelah Komite Eksekutif menggelar rapat di kantor PSSI, Jakarta, Sabtu (2/5/2015).
Wakil Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan mengatakan kompetisi terpaksa dihentikan karena force majeure.
Menurut Hinca, kompetisi tidak mungkin digelar karena negara tidak mendukung digelarnya kompetisi sepak bola di tanah air.
"PSSI memutuskan untuk menghentikan seluruh kompetisi. Keputusan ini mengikat, tidak hanya untuk PT Liga Indonesia tetapi seluruh klub dan stakeholder sepak bola Indonesia. Ini terjadi di luar kehendak PSSI," ujar Hinca seperti dikutip Kompas.com.
Keputusan PSSI yang membuat sepak bola Indonesia terjerumus ke dalam sumur tanpa dasar ini, tidak bisa dimungkiri sebagai "jawaban" atas langkah Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang sebelumnya membekukan induk organisasi sepak bola di tanah air tersebut.
Sebelum mengeluarkan pernyataan menghentikan seluruh kompetisi di tanah air, PSSI dan Kemenpora menggelar pertemuan untuk menyatukan visi dalam menyelamatkan sepak bola Indonesia.
Sayangnya pertemuan yang konon untuk mencari solusi terbaik untuk sepak bola Indonesia itu, berakhir deadlock.
Hasilnya nasib sepak bola kita makin nelangsa karena kompetisi dimatikan.
Bagi saya, apa yang terjadi antara PSSI dengan Kemenpora setali tiga uang dengan Polri dan KPK.
Dalam dua kasus tersebut, yang nampak kepermukaan adalah upaya menunjukkan kekuasaan dan kekuatan dua pihak yang berseberangan sikap (kalau tidak mau disebut berseteru).
Dalam kasus PSSI dan Kemenpora misalnya, keduanya sama-sama memeluk teguh sikap dan arogansinya.
Baik PSSI maupun Kemenpora sama-sama tidak mau mengalah hanya karena keduanya merasa sebagai pemilik sah roda kompetisi sepak bola di tanah air.
Seandainya PSSI dan Kemenpora bisa sedikit mengikis arogansinya, rasanya sepak bola Indonesia bisa terselamatkan.
Namun seperti yang kita tahu, kompetisi sepak bola Indonesia kadung dihentikan. Pada titik ini, jelas sudah bahwa PSSI dan Kemenpora sama-sama tidak punya itikad baik untuk menyelamatkan dan mambawa sepak bola Indonesia ke masa depan yang cerlang cemerlang.