Kesiapan Logistik Pemilu di Kabupaten Cirebon Sudah 75 Persen, Surat Suara Dikirim ke PPK H-5 Pemilu

KPU Kabupaten Cirebon terus mempersiapkan logistik Pemilu 2019 yang akan didistribusikan kepada 40 PPK.

Kesiapan Logistik Pemilu di Kabupaten Cirebon Sudah 75 Persen, Surat Suara Dikirim ke PPK H-5 Pemilu
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Petugas KPU Kabupaten Cirebon sedang menata logistik di BKPSDM Kabupaten Cirebon, Selasa (9/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- KPU Kabupaten Cirebon terus mempersiapkan logistik Pemilu 2019 yang akan didistribusikan kepada 40 PPK.

Sejauh ini, kesiapan logistik pemilu tersebut sudah mencapai 75 persen, mulai dari pengesetan hingga pengepakan di tiga gudang logistik KPU, yaitu di Yusmou, BKPSDM, dan Gor Plumbon.

"Beberapa jenis logistik masih belum beres pengesetannya, tinggal pendistribusian. Sekarang tengah dilakukan pengesetan akhir, persisnya per-DPT 5 persen untuk per-TPS. Surat suara, Insya Allah akan didistribusikan H-5 Pemilu. Sekarang tengah dilakukan pendistribusian kotak suara, kalau bilik suara kan sudah," ujar Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Sopidi, saat dihubungi, Selasa (9/4/2019).

Berdasarkan data KPU Kabupaten Cirebon, ada sekitar 30 ribu surat suara yang rusak dan belum dilakukan pleno oleh KPU.

Menurut Sopidi, pendistribusian logistik yang dilakukan KPU terkendala oleh cuaca.

VIDEO-Seorang Caleg di Bandung Tersandung Narkoba, Ditangkap Saat Tunggu Pesanan Sabu-sabu

Kepala Budi Hartanto Mayat di Dalam Koper Tak Kunjung Ditemukan, Keluarga Temui Paranormal

Ketua Bawaslu Kabupaten Cirebon, Abdul Khoir, mengatakan, pihaknya melibatkan Panwascam dalam melakukan pengawasan logistik setiap harinya di tiga titik gudang logistik Pemilu 2019 yang dimiliki oleh KPU Kabupaten Cirebon.

"Kita sudah menemukan beberapa kali temuan terkait logistik ini. Di antaranya adalah kebocoran dari gudang logistik. Kita pun melakukan rekomendasi ke KPU untuk melakukan perbaikan. Bahkan, kita sudah melayangkan rekomendasi itu tiga kali," katanya.

Mulanya, Bawaslu merekomendasikan KPU untuk tidak lagi menggunakan gudang logistik Yusmou pada saat kebanjiran.

Setelah itu, Bawaslu menemukan kembali kebocoran di Gor Plumbon dan direkomendasikan kembali kepada KPU.

"Kemudian ada kebocoran lagi di Yusmou dan kita rekomendasikan lagi. Jadi sudah tiga kali rekomendasi itu kita layangkan ke KPU untuk memastikan bahwa penyimpanan logistik itu sesuai dengan SOP yang diterapkan oleh KPU itu sendiri," kata dia.

Sejauh ini, menurutnya, KPU sudah melaksanakan apa yang direkomendasikan oleh Bawaslu.

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved