Ini Alasan Capres dan Tim Suksesnya Bidik Jawa Barat Agar Bisa Dapat Banyak Suara

Ini alasan para capres dan tim suksesnya membidik Jawa Barat agar bisa mendapat banyak suara.

Ini Alasan Capres dan Tim Suksesnya Bidik Jawa Barat Agar Bisa Dapat Banyak Suara
Tribun Jabar/ Ferry Fadhlurrahman
Pengamat politik dari Unpad, Dr Muradi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Calon Presiden Republik Indonesia nomor urut dua, Prabowo Subianto tengah menyapa warga Bandung dan sekitarnya hari ini, Jumat (8/3/2019).

Selain Prabowo, pasangannya Sandiaga Uno pun tengah melakukan road show di Banjar, Ciamis, Garut dan berakhir di Bandung.

Setelah itu, disusul dengan kedatangan pasangan nomor urut satu, Jokowi-Ma'ruf yang juga akan mengagendakan acara di Bandung hari Minggu ini.

Pakar politik yang juga dosen Fisip Unpad, Dr Muradi, mengatakan bukan hal kebetulan keduanya berlomba membidik wilayah Jawa Barat.

"Karena suara Jawa Barat paling banyak, sehingga menjadi target ketat," ujar Muradi, kepada Tribun Jabar saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (8/3/2019).

Muradi menambahkan, Jabar menjadi bidikan kedua pasangan karena Jabar mempunyai 32 juta suara.

Selain karena target suara Jabar paling banyak ada juga faktor lain yang membuat kedua kandidat bersaing ketat memenangkan hati para pemilih di Jabar.

Dikatakan Muradi, Jabar menjadi rebutan karena lokasi Jawa Barat strategis dekat dengan Ibu Kota dan panggung Jawa Barat yang cenderung dinamis.

"Perebutannya lebih ketat lagi karena bagaimana mereka bisa menguasai suara banyak di Jawa Barat yang dinamis," ucapnya.

Menurutnya karena dinamis, pemilih di Jawa Barat sangat mudah beralih pilihan.

Pemilih di Jabar sangat besar di banding dengan daerah lainnya, oleh karena itu kedua pasangan ingin memenangkan.

"Memenangkan di Jawa Barat sama halnya sudah memenangkan beberapa tempat di luar Jawa," ujarnya.

Suara Jawa Barat sangat potensial sekali. Selain suara banyak, dekat dengan Ibu Kota, dan juga karakter pemilihnya yang dinamis, menurut Muradi, sangat mungkin menjadi rebutan yang ketat.

Bawaslu Kota Cirebon Pastikan Satu WNA yang Masuk DPT Sudah Jadi WNI Sejak 2010

Sortir dan Lipat Surat Suara Sudah Selesai, KPU Kota Tasikmalaya Temukan Ribuan Surat Suara Rusak

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved