Pilpres 2019

TKD Jokowi-Maruf Amin Jabar Buat Gerakan 'Belanja di Warung Tetangga'

"Pak Jokowi kan menyampaikan tentang Kartu Sembako. Sekarang yang sudah berjalan itu kan Bantuan Pangan Nontunai. Saya ada usulan agar memberdayakan w

TKD Jokowi-Maruf Amin Jabar Buat Gerakan 'Belanja di Warung Tetangga'
Istimewa
Ketua TKD Jokowi-Maruf Amin Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam acara Pencanangan Taman Giriharja di Purwakarta, Rabu (6/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID - Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Maruf Amin untuk Jabar mengimbangi serangan kampanye hitam kepada pasangan nomor urut 01 tersebut dengan menyosialisasikan program tiga kartu barunya, yakni Kartu Sembako, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dan Kartu Pra-Kerja.

Ketua TKD Joko Widodo-Maruf Amin untuk Jabar, Dedi Mulyadi, mengatakan khusus untuk Kartu Sembako, pihaknya mengusulkan sembako yang dibagikan kelak didistribusikan melalui warung-warung di RT setempat. Dengan demikian, peredaran rupiah di kampung-kampung akan meningkat.

"Pak Jokowi kan menyampaikan tentang Kartu Sembako. Sekarang yang sudah berjalan itu kan Bantuan Pangan Nontunai. Saya ada usulan agar memberdayakan warung-warung di lingkungan masyarakat," kata Dedi Mulyadi seusai acara pencanangan Taman Giriharja di Purwakarta, Rabu (6/3/2019).

Ketua DPD Partai Golkar Jabar ini memberikan contoh saat membagikan bantuan pangan nontunai beras.

Beras tersebut tidak perlu didistribusikan besar-besaran menggunakan truk ke pelosok, namun cukup memanfaatkan beras berkualitas sama dengan warung-warung terdekat. Proses administrasi bisa dilakukan menggunakan bantuan teknologi informasi.

Jika menggunakan distribusi besar-besaran, katanya, akan membutuhkan biaya angkut besar dan kerawanan kerusakan barang yang besar juga. Namun saat ditebus di warung, dengan kualitas dan syarat yang ditentukan, kualitasnya akan lebih terjamin.

"Misalnya nanti warung-warung didata, kemudian nanti dikoordinasikan dengan dinas sosial di kabupaten kota. Sehingga masyarakat dengan kartu itu tinggal mendapatkan beras dan sembako di warung," katanya.

Duh, Jerinx SID Ngomel Soal Anang Hermansyah Pakai Bahasa Bali, Kalimatnya Punya Arti yang Kasar

Surat Suara Ditemukan Saat Pelipatan, KPU Kota Cirebon Belum Hitung Jumlahnya

Dedi menilai proses distribusi menggunakan truk secara besar-besaran ke sebuah wilayah tidak efektif. Namun jika warung-warung ini diberdayakan, akan menjamin distribusi tersebut dan menebar manfaat terhadap ekonomi desa.

"Yang penting kan harganya sama antara beras yang distandarisasi oleh pemerintah dengan yang ada di warung. Nanti uang negara itu turun menjadi perputaran ekonomi di kampung. Jadi gerakan yang dipelopori oleh TKD Jabar adalah gerakan belanja di warung tatangga," katanya.

Dedi menyontohkan jika distribusi sembako ini melibatkan warung-warung, diiringi pendampingan yang baik, akan terjadi kemajuan ekonomi di kampung-kampung.

"Bayangkan jika di sebuah desa ada subsidi masyarakat dan sekitarnya, Rp 1 miliar per bulan untuk subsidi masyarakat. Kemudian itu sebagian beredar di warung, Rp 50 juta begitu, kalau beredar di warung, itu dahsyat. Tinggal nanti disinergiskan itu warung dengan sistem IT," katanya.

5 Fakta Menarik di Balik Film Captain Marvel yang Hari Ini Mulai Tayang Perdana di Indonesia!

Gambar Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi 2019, Buat Update Medsos dan Kirim via WhatsApp untuk Keluarga

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved