Hanya Kasus Curanmor tapi Pengacara Boyamin Saiman akan Tempuh Jalur Praperadilan

Pengacara kondang ibukota, Boyamin Saiman, akan menempuh praperadilan untuk kasus curanmor. Ia mengaku kecewa dengan penanganan

Hanya Kasus Curanmor tapi Pengacara Boyamin Saiman akan Tempuh Jalur Praperadilan
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Pengacara Boyamin Saiman SH 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Pengacara kondang ibukota, Boyamin Saiman, akan menempuh praperadilan untuk kasus curanmor. Ia mengaku kecewa dengan penanganan di tingkat kepolisian yang terkesan tertunda-tunda.

Menurut Boyamin, berkas dari pelaku Suherman Mihardja alias Aan harusnya sudah bergulir ke kejaksaan alias P21.

"Dalam satu pekan ke depan kami akan ajukan praperadilan, semuanya mulai dari tingkatan Polres, Polda, dan Mabes Polri. Wajar saja saya menempuh cara seperti ini karena klien kami mencari keadilan, namun rasa-rasanya seperti dipermainkan," kata Boyamin, melalui sambungan telepon, Senin (11/2/2019).

Ia mengatakan, praperadilan menurutnya bisa dilakukan hingga ke tingkat Mabes Polri karena saat proses gelar perkara kasus yang terbilang sederhana ini juga digulirkan hingga ketingkatan yang sama.

"Untuk gelar perkara saja bergulir dari Polres, Polda dan Mabes Polri belum lagi di tingkat Kejaksaan Negeri, Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung. Jadi saya rasa hal yang sama akan saya lakukan dengan jalan praperadilan," katanya.

Menurutnya, kabar terakhir yang diterima dari Polres Cianjur sudah mengeluarkan surat perintah membawa. Namun ia mendapat keterangan bahwa saat didatangi petugas pelaku tidak ada di tempat.

Pemprov Jabar Pecat 22 ASN yang Tersandung Kasus Korupsi

"Kabarnya surat perintah membawa sudah keluar namun si tersangkanya ini tidak ada, kami sudah bosan menunggu perkembangan kasus ini," katanua.

Diberitakan sebelumnya, dibalik kasus curanmor ini ada kasus soal harta antara korban yang merupakan kakak ipar dari tersangka Aan yang melatar belakangi kasus pencurian itu, antara pelapor Hartanto Jusman dengan tersangka berstatus saudara ipar. Aan adalah adik ipar dari pelapor, peristiwa itu memicu adanya dugaan perebutan harta gono-gini antara keduanya.


“Klien saya pemilik sebuah rumah sakit di Tangerang, selain itu ada juga yayasan Bonavita yang membawahi beberapa sekolah. Di rumah sakit klien kami sebagai Direktur Utama sementara Aan adalah Direkturnya," katanya.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved