Anggota ISIS Berupaya Kudeta Sang Pemimpin, Pertempuran Berlangsung Sengit
Jumah Hamdi Hamdan mengatakan, bentrokan antara pelaku kudeta dan pengawal Baghdadi terjadi di Keshma, sebuah desa dekat Baghouz.
TRIBUNJABAR.ID, DAMASKUS - Detil baru upaya kudeta terhadap Pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS), Abu Bakar Al-Baghdadi, diungkapkan seorang saksi mata, Jumah Hamdi Hamdan.
Jumah Hamdi Hamdan mengatakan, bentrokan antara pelaku kudeta dan pengawal Baghdadi terjadi di Keshma, sebuah desa dekat Baghouz.
Kepada The Guardian, Minggu (10/2/2019), Hamdan mengungkapkan pelaku yang merupakan anggota asing ISIS itu berusaha menangkap Baghdadi pada September 2018.
"Saya menyaksikannya dengan mata kepala sendiri. Pertempurannya berlangsung sengit. Kebanyakan dari pelaku merupakan orang Tunisia," ungkap Hamdan.
Saksi berumur 53 tahun itu melanjutkan, banyak yang terbunuh dalam pertempuran yang berlangsung selama dua hari tersebut.
Baghdadi kemudian berpindah ke Baghouz sebelum melarikan diri ke kawasan gurun di awal Januari.
Pernyataan itu mendapat dukungan dari intelijen regional. Sementara pejabat senior dari Pasukan Demokratik Suriah (SD) berujar, si pelaku didukung anggota asing lain dari Maroko dan Aljazair.
• Bos Tekstil asal Baleendah yang Dimutilasi di Malaysia itu Pergi untuk Tagih Utang Miliaran Rupiah
• Pascabanjir, Jalan Kampung Bojongpulus Rancaekek Tertutup Lumpur
Komandan garis depan di Baghouz dengan nama gerilya Adnan Afrini itu mengatakan, mereka tidak berpikir Baghdadi bakal di Keshma setelah insiden tersebut.
"Pertempuran antara pelaku kudeta dengan pengawal Baghdadi sangat sengit. Kelompok penyerang itu dikepung, dan akhirnya dieksekusi," terang Afrini.
Hamdan menuturkan, Baghdadi dan pengawalnya berada di kawasan sekitar Keshma dan Baghouz selama enam bulan sebelum melarikan diri.
Selama di sana, Baghdadi dikatakan jarang bepergian serta berusaha bersikap wajar.
"Namun, kami tahu dia ada di sana karena menggunakan mobil Opal merah," ujarnya.
ISIS kemudian mengumumkan hadiah uang bagi penangkap Abu Muath al-Jazairi yang diduga merupakan dalang utama upaya kudeta tersebut. (Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo).
• Resmi Hadir di Bone, Ini Manfaat Black Garlic Super
• Nuryanto Pengusaha Tekstil Asal Baleendah Izin Pergi ke Malaysia kepada Istri untuk Bisnis