Sungai Citarik Berbusa, DLH Kabupaten Bandung : Itu dari Deterjen Hasil Pencucian

Aliran Sungai Citarik yang mengeluarkan busa disebut disebabkan oleh limbah dari permukiman warga dan beberapa industri pencucian.

Sungai Citarik Berbusa, DLH Kabupaten Bandung : Itu dari Deterjen Hasil Pencucian
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
pintu air Sungai Citarik perbatasan antaran Kecamatan Rancaekek dengan Kecamatan Solokan Jeruk. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung memastikan, aliran Sungai Citarik yang mengeluarkan busa, disebabkan oleh limbah dari permukiman warga dan beberapa industri pencucian.

Kepala DLH Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, mengatakan, Sungai Citarik di perbatasan antara Kecamatan Solokan Jeruk dan Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, berada di dekat permukiman serta kawasan industri.

"Limbah itu dari deterjen hasil pencucian yang sengaja dibuang langsung ke saluran air," kata Asep melalui pesan suara, Kamis (10/1/2019).


Secara kasat mata, kata Asep, Sungai Citarik dipastikan tercemar oleh limbah rumah tangga atau industri lainnya, karena memiliki warna keruh hingga hitam, dan mengeluarkan bau tidak sedap.

"Harus uji laboratorium dahulu, supaya tahu apakah air Sungai Citarik memenuhi standar baku mutu, kalau secara kasat mata orang sudah ada tahu," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Sungai Citarik di Kabupaten Bandung, pada Kamis pagi (10/1/2019), tampak mengeluarkan buih berwarna putih, buih tersebut telihat jelas di pintu air Sungai Citarik perbatasan antaran Kecamatan Rancaekek dengan Kecamatan Solokan Jeruk.

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, busa berwarna putih yang muncul di atas aliran Sungai Citarik, tampak menutupi sebagian lebar aliran sungai dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Kejari Kabupaten Cirebon Bentuk Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Bersih Melayani

Busa tersebut pun, memiliki ukuran dari yang terkecil lima sentimeter, hingga berukuran dua meter, namun menghilang dengan sendirinya saat semakin menjauhi pintu air.

Warga sekitar, Jakarsih (59), mengatakan, busa sudah memenuhi sekitar pintu air Sungai Citarik sejak Rabu malam (9/1/2019), bahkan pada malam tadi sebagian busa melayang hingga tepi sungai.

"Munculnya waktu beres hujan dan pas air di sungai naik, kaget juga kenapa ada busa," kata Jakaria kepada Tribun Jabar di Sungai Citarik, Kabupaten Bandung, Kamis (10/1/2019).

Selain mengeluarkan buih dan bau tidak sedap, aliran Sungai Citarik dipenuhi pun sampah-sampah rumah tangga, mulai dari plastik kemasan, botol plastik, styrofoam, dan limbah karet.

Warga pun menyebutkan, kejadian tersebut pun dianggap lebih parah dari sebelumnya dan beberapa warga yang kerap melakukan aktivitas di Sungai Citarik, terpaksa menghentikan aktivitasnya.

"Tidak hanya berbusa saja, saya lihat juga banyak ikan mati di pinggirnya," katanya.

Tiga Kepala Sekolah di Cianjur Segera Diperiksa KPK, Buntut Kasus Suap Bupati Cianjur

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved