Wujudkan Program Jaksa Sahabat Guru, Kajati Jabar Beri Edukasi Hukum di SMP Negeri 1 Bandung

Kepala Kejati Jabar, Raja Nafrizal mengatakan, program ini merupakan kolaborasi antara pihaknya bersama Dinas Pendidikan, dan PGRI Jawa Barat

Wujudkan Program Jaksa Sahabat Guru, Kajati Jabar Beri Edukasi Hukum di SMP Negeri 1 Bandung
Tribun Jabar/Cipta Permana
Kepala Kejati Jawa Barat, Raja Nafrizal, Sekdis Disdik Jawa Barat, Firman Adam, Kadisdik Kota Bandung, Elih Sudiapermana, serta Kepala SMPN 1 Bandung, berfoto bersama dengan para guru dalam kegiatan Jaksa Sahabat Guru, di lapangan SMPN 1 Bandung, Jalan Kesatriaan Nomor 12, Kota Bandung, Kamis (8/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebagai wujud keprihatinan terhadap kondisi para "pahlawan tanpa tanda jasa" yang harus berhadapan dengan masalah hukum, hanya karena ketidakpahamannya dalam hal mengelola masalah administrasi keuangan di sekolah, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat gelar sosialisasi program "Jaksa Sahabat Guru" di SMPN 1 Bandung, Jalan Kesatriaan Nomor 12, Pasirkaliki, Bandung, Kamis (8/11/2018).

Kepala Kejati Jabar, Raja Nafrizal mengatakan, program pembekalan dan pendampingan hukum ini merupakan kolaborasi antara pihaknya bersama Dinas Pendidikan, dan PGRI Jawa Barat, yang diberikan kepada seluruh sekolah di berbagai jenjang se Jawa Barat.

Salah satu tujuan program ini, untuk mewujudkan misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni Jabar Juara Lahir Batin dan zero korupsi di berbagai aspek, termasuk di bidang pendidikan.

"Guru itu tugasnya mengajar, tapi ketika diberi beban tambahan, seperti pengelolaan keuangan, salah satunya dana BOS, sumbangan, atau lainnya, tapi mereka tidak dibekali pengetahuan terkait hal tersebut, seringkali terjebak dalam kesalahan aturan. Mana yang berhubungan dengan masalah hukum, dan mana yang tidak," ujarnya di SMPN 1 Bandung.

Selain masalah administrasi, dalam beberapa kasus, para tenaga pengajar pun seringkali dipersalahkan, saat harus menerapkan aturan kebijakan kepada siswa yang dianggap menyalahi norma pendidikan.

"Jadi yang harus kita semua pahami, pemberian sanksi guru kepada siswa itu apakah didalamnya terdapat tindak kejahatan, dimana ada unsur kesengajaan atau niat jahat untuk mencederai, atau hanya dalam rangka mendidik, tentunya hal ini berbeda satu sama lain. Hal inilah yang akan diteliti di tingkat kejaksaan," ucapnya.

Cerita Sri Astati Nur Sani tentang Kondisi Anaknya, M Fahri Assidiq yang menderita Penyakit Langka

Prediksi Line Up Persib Bandung untuk Hadapi PSMS Medan, Mario Gomez Boyong 18 Pemain ke Bali

Wilayah Cirebon Masih Masa Pancaroba, BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai Akhir Bulan

Oleh karena itu, kata Raja, para guru haruslah dibekali tentang pengetahuan hukum.

Salah satu upaya yang telah dilakukanya dengan menginstruksikan para jaksa se-Jawa Barat untuk melakukan pendampingan bagi para guru ke sekolah dan melaksanakan program tersebut secara serentak dan berkelanjutan.

Sehingga ia berharap melalui program ini, kedepan dapat menghasilkan tata kelola organisasi dan program kerja yang terukur, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing, serta tidak ada lagi para guru atau tenaga pendidikan di sekolah yang harus berurusan dengan persoalan hukum.

Halaman
12
Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved