Kisah Inspiratif

Mahasiswi Pengusaha Hasuna Scarf Bagikan Sebagian Keuntungan ke Kaum Duafa

"Satu persen dari total harga satu produk, kami sedekahkan kepada orang yang membutuhkan," ujar Hidayatun Nisa

Mahasiswi Pengusaha Hasuna Scarf Bagikan Sebagian Keuntungan ke Kaum Duafa
Tribun Jabar/ Hilda Rubiah
Rizka Riani Putri (kiri) berhijab hitam dan Hidayatun Nisa (kanan) berhijab putih tulang, sedang memamerkan produk hijabnya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Siapapun bisa menjadi pembisnis, tak terkecuali mahasiswa. 

Seperti keempat Mahasiswi ini, Hidayatun Nisa, Rizka Riani Putri, Indri Nurul Hayyi dan Ulfa Rahmi, tengah merintis bisnis fesyen hijab yang sedang populer di kalangan masyarakat.

Mereka menamai brand fesyen tersebut Hasuna Scarf, yang terinspirasi dari nama dari pada nenek mereka yang sama, karena mereka masih bersaudara.

Bukan sekedar bisnis, di balik usaha mereka tersebut ternyata menyimpan maksud tujuan tertentu, yaitu berbisnis sambil berbagi.

32 Tahun Direkonstruksi, Kerangka Fosil Hewan Purba Asal Sulsel Ini Dipamerkan di Museum Geologi

"Satu persen dari total harga satu produk, kami sedekahkan kepada orang yang membutuhkan," ujar Hidayatun Nisa kepada Tribun Jabar saat ditemui di Platform 78 Jalan Dayang Sumbi No 10 Dago Bandung, Kamis (9/8/2018).

Setiap pembelian dari satu produk, mereka sisihkan satu persen dari keuntungan untuk dihimpun, kemudian disedekahkan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Sedekah tersebut mereka salurkan untuk panti-panti asuhan dan orang-orang yang membutuhkan di lingkungan mereka.

Final Piala AFF U-16 Indonesia vs Thailand: Fakhri Husaini Sebut yang Membuat Pemainnya Termotivasi

Hidayatun Nisa mengaku, mereka mencari sendiri, datang dan meninjau langsung ke tempat-tempat panti asuhan, dan orang-orang yang memang benar membutuhkan.

"Ada kesan tersendiri jika bisa memberikan secara langsung," ujar Rizka Riani Putri bersama Hidayatun Nisa.

Catatan Jonathan Bauman Tak Apik Saat Persib Bandung Dijamu Mitra Kukar

Menurut Rizka, selama ada kesempatan untuk bisa berbagi maka mereka upayakan itu, terlebih karena mereka juga sambil merintis bisnis.

Adapun Hidayatun Nisa mengatakan awal inisiatif bisnis untuk berbagi itu tercetus, karena secara langsung mereka (berempat) suatu waktu merasakan dan melihat kondisi di lingkungan rumah tinggal neneknya masih banyak terdapat orang-orang bertaraf hidup rendah.

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help