Pria Ini Setubuhi Remaja Perempuan lalu Direkam kemudian Disebarkan, Polisi Pun Menciduknya

"Foto dan video porno itu dikirim supaya korban mau disetubuhi. Di rumah tersangka, korban disetubuhi dan direkam,"

Pria Ini Setubuhi Remaja Perempuan lalu Direkam kemudian Disebarkan, Polisi Pun Menciduknya
Tribunjabar/Mega Nugraha
Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Seorang pria berinisial Fs (26) diciduk Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar. Ia menyebarkan video adegan mesum dengan seorang remaja perempuan berusia 13 tahun berinisial Gsp.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto menerangkan, tersangka berkenalan dengan korban pada Februari 2018 lewat Facebook kemudian bertukar nomor telepon. Tersangka kemudian mengirimi korban foto dan video porno lalu mengajak korban bertemu di rumah tersangka di kawasan Sukasari, Kota Bandung.

"Foto dan video porno itu dikirim supaya korban mau disetubuhi. Di rumah tersangka, korban disetubuhi dan direkam," ujar Kapolda di Mapolda Jabar Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Jumat (10/8/2018).

Persib Bandung Vs Mitra Kukar Layaknya Duel Dua Pelatih, Ini Penilaian Gomez Soal Rahmad Darmawan

Adegan persetubuhan itu tak berhenti direkam saja. Tak puas sekali disetubuhi, tersangka mengancam akan menyebar video adegan rekaman tersebut jika tidak mau berhubungan intim lagi. Akhirnya, tersangka untuk kedua kalinya menyetubuhi korban.

"Tersangka sudah menyebar video porno itu ke semua teman-teman korban. Hingga akhirnya, pada Mei 2018, teman korban menemukan video korban dengan tersangka dan melaporkannya ke guru korban," ujar Kapolda.


Semuanya terungkap saatYanto, guru korban, memanggil orangtua korban dan menjelaskan temuan tersebut. "Saat orangtua korban mengecek ponsel korban diketahui bahwa Gsp sering berkomunikasi dengan tersangka," ujar Kapolda.

Saat ditanya, Fs mengaku mencintai korban meski berusia 13 tahun. "Saya berjanji akan menikahinya," ujar Fs. Namun, pengakuannya terbantahkan oleh penyidik karena dari awal, Fs sudah merencanakan semua niat jahatnya.


"Pengakuannya terbantahkan. Karena tersangka sudah merencanakan niatnya sejak awal mulai dari membujuk untuk bersetubuh, merekam hingga menyebarkannya," ujar Kapolda.

Tersangka dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-undang Perlindungan Anak dan Pasal 27 ayat 1 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help