Terkait BPNT yang Barangnya Sering Tak Layak Konsumsi, Warga Akan Sambangi Kantor Pemda dan DPRD

Masyarakat di beberapa desa di Kabupaten Garut mengeluhkan dengan kualitas barang BPNT yang tidak sesuai, bahkan tak layak konsumsi

Terkait BPNT yang Barangnya Sering Tak Layak Konsumsi, Warga Akan Sambangi Kantor Pemda dan DPRD
Kompas Tv
Ilustrasi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sejumlah pihak di Kabupaten Garut berencana mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut dan Pemda Kabupaten Garut terkait program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Dalam program yang digulirkan oleh pemerintah ini, masyarakat di beberapa desa di Kabupaten Garut mengeluhkan dengan kualitas barang BPNT yang tidak sesuai.

Berdasarkan informasi yang diterima, setiap kepala keluarga (KK) miskin mendapatkan BPNT sebesar Rp 110 ribu berupa beras dan telur ayam.


Setelah diterima, warga mengaku beras tersebut tidak memiliki kualitas tinggi dan ada beberap butir telur sudah dalam kondisi membusuk.

Kepala Desa Pancasura, Saefuloh A Rido, mengatakan, bersama kepala desa lainnya, berencana melakukan audiensi agar program BPNT dapat dikaji ulang.

"Kalau merasa tidak benar, ya, harus dikaji ulang, kasihan warga yang membutuhkan," kata Saefuloh kepada Tribun Jabar saat dihubungi, Minggu (8/7/2018).

Setelah mampu dikaji ulang oleh pemerintah, ia berharap masyarakat dapat memperoleh BPNT yang layak Sehingga tidak terbuang percuma.

"Kalau ada beras sama telur sudah tidak layak masa mau dimakan, pasti dibuang," katanya.

Kebakaran di Kantor Kemenhub, Korban Tewas Ditemukan Tergeletak di Tangga Darurat

Sering Dapat Telur Tak Layak Konsumsi, Warga Berharap Pemerintah dapat Mengkaji Ulang Program BPNT

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help