Selasa, 9 Juni 2026

Keracunan MBG di Garut

BREAKING NEWS: Pelajar Keracunan MBG di Garut Bertambah Jadi 569 Orang, Didominasi Murid SD

Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat mencatat hingga Kamis kemarin terdapat penambahan korban hingga 569.

Tayang:
Tribun Jabar/ Sidqi Al Ghifari
KERACUNAN MBG - Ratusan pelajar di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat mengalami gejala keracunan diduga seusai menyantap makanan dari Makan Siang Gratis (MBG), Rabu (17/9/2025). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Korban keracunan yang diduga disebabkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Garut mengalami kenaikan signifikan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat mencatat hingga Kamis kemarin terdapat penambahan korban hingga 569.

"Hingga saat ini jumlah yang diduga mengalami keracunan ada 569 orang," ujar Kepala Dinas Kesehatan Garut Leli Yuliani kepada awak media, Kamis (18/9/2025) malam.

Baca juga: Polres Garut Selidiki Dugaan Keracunan MBG yang Timpa Ratusan Pelajar, Jumlah yang Dirawat Bertambah

Ia menuturkan, bertambahnya korban didominasi oleh murid sekolah dasar setelah sebelumnya korban dari SMP, SMA dan Madrasah Aliyah.

Korban ungkapnya mayoritas mengalami gejala ringan, hingga harus ditangani atau dirawat di puskesmas.

"Total pasien yang sempat dirawat inap mencapai 30 orang. Dari jumlah itu, 11 orang sudah dipulangkan, sementara 19 orang lainnya masih mendapat perawatan," ungkapnya.

Sebelumnya, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Ia menuturkan, peristiwa tersebut diduga berawal seusai korban menyantap hidangan dari Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menu yang disajikan saat itu di antaranya nasi putih, tempe orek, ayam woku, lalapan sayur dan buah stroberi.

Baca juga: Tengok Siswa Keracunan Makanan, Wabup Garut Putri Karlina Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung Pemda

"Kami telah melakukan penyelidikan, meminta keterangan saksi, mengirimkan sampel bekas makanan dan muntah ke laboratorium berkoordinasi dengan puskesmas," ungkapnya.

#TribunBreakingNews

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved