Singa Tauhid Dijatuhi Hukuman Mati, Ini yang Memberatkan Hukumannya

Aman dianggap sebagai dalang yang bertanggung jawab atas aksi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016.

Singa Tauhid Dijatuhi Hukuman Mati, Ini yang Memberatkan Hukumannya
Warta Kota/Adhy Kelana
Sidang lanjutan kasus teror bom di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, dengan terdakwa Aman Abdurrahman kembali digelar di PN Jakarta Selatan, Selasa (6/3). Sidang ini beragendakan keterangan saksi Saiful Muhtorir. 

Laporan Wartawan Grid.ID, Elizabeth Ayudya RR

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Oman Rochman atau yang lebih dikenal dengan nama Aman Abdurrahman, terdakwa bom Thamrin dijatuhi hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengandilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5).

Aman dianggap sebagai dalang yang bertanggung jawab atas aksi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016.

"Menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa Oman Rochman alias Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman dengan pidana mati," ujar jaksa Anita Dewayani membacakan tuntutan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Aman terbukti secara sah melakukan tindak pidana merencanakan dan menggerakkan orang lain atau kelompok untuk melancarkan aksi terorisme.

Teror yang digerakan Aman dinilai menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal.

Caranya yakni dengan merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional.

Sebelum kasus bom Thamrin, Aman diketahui menjadi dalang dari beberapa aksi teror.

Baca: Korban Kebakaran Terancam Terusir, Ngadu kepada Ketua DPRD Jabar

Baca: Petugas Imigrasi Dalami Dokumen Kependudukan AS, Asli Atau Palsu?

Aman diduga menjadi otak pelemparan bom ke Gereja HKBP Oikumene, Samarinda, pada 13 November 2016, aksi bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, 24 Mei 2017, hingga penembakan terhadap personel Kepolisisan di Bima, NTB, pada September 2017.

Menariknya, Aman mendalangi aksi-aksi teror tersebut dari balik jeruji besi.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help